Warga Malunda Keluhkan Minim Bantuan, Mayoritas ke Mamuju

CNN Indonesia | Selasa, 19/01/2021 09:24 WIB
Warga Kecamatan Malunda, yang terdampak gempa Sulbar mengeluhkan bantuan minim lantaran mayoritas diberikan ke Mamuju. Ilustrasi. Warga Kecamatan Malunda mengeluhkan minim bantuan usai gempa Sulbar karena sebagian besar disalurkan ke Mamuju. (Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat mengeluhkan minimnya bantuan usai gempa bumi magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah tersebut pada Jumat (15/1).

Pembina Makassar Peduli, Husain Haris menyebut, bantuan yang datang mayoritas berada di Mamuju lantaran informasi yang banyak diberitakan hanya di Mamuju. Padahal, kata dia, warga di desa Malunda juga mengalami bencana yang sama dan tengah menunggu bantuan.

"Sebagian besar bantuan masuk ke Mamuju, karena itu yang viral. Malunda dilewati semua yang bawa bantuan, padahal mereka lebih urgen," kata Husain melalui pesan singkat, Senin (18/1).


Husain menuturkan ada 10 desa dan dua kelurahan di Kecamatan Mamuju yang terdampak gempa. Namun ia belum bisa merinci berapa banyak kepala keluarga yang terdampak.

Hingga Selasa (19/1) pagi ini, masih banyak daerah yang belum terjangkau bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat.

"Mulai masuk sedikit demi sedikit tapi belum optimal. Masih banyak daerah belum terjangkau," ucapnya.

Husain merinci sejumlah kebutuhan yang diperlukan warga selama di pengungsian di antaranya tenda, tikar, selimut, makanan bayi, hingga susu bayi.

Dalam kesempatan itu, Husain juga menunjukan beberapa video dari warga setempat yang tengah mengungsi akibat gempa yang terjadi pekan lalu itu.

Dalam video tersebut, diperlihatkan warga harus bergantian menjaga di pinggir jalan raya ke arah Mamuju untuk mencegat kendaraan dan meminta bantuan.

Tak hanya itu, tenda-tenda yang didirikan warga untuk mengungsi pun hanya terbuat dari terpal berwarna biru. Alasnya pun hanya diberi daun kelapa agar warga bisa beristirahat di tenda tersebut.

"Pengungsi bagian pegunungan masih minim bantuan," kata dia.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) disebut telah mendistribusikan bantuan logistik berupa 270 dus mie instan, 15 dus air mineral, dan 5 bal selimut melalui perjalanan udara menggunakan helikopter ke Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene sejak Minggu (17/1) kemarin.

Bantuan itu didistribusikan dari Posko Bandara Tampa Padang Mamuju ke Kantor Camat Malunda, Kantor Camat Ulumanda dan Tubosendang, Kabupaten Majene serta Kecamatan Takandeang, Kabupaten Mamuju.

Kecamatan Malunda disebut telah menerima bantuan 70 dus mie instan dan lima dus air mineral.

BNPB juga telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan Gempa bumi Sulawesi Barat sebesar Rp 4 miliar pada Sabtu (16/1). Bantuan tersebut diserahkan sebesar Rp2 miliar untuk Provinsi Sulawesi Barat dan masing-masing Rp1 miliar untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Pada Jumat (15/1) lalu sekitar pukul 02.28 WITA gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang Sulbar dan sejumlah provinsi tetangga. Episenter gempa terletak pada koordinat 2.98 LS dan 118.94 BT. Tepatnya, berada di darat pada jarak 6 km arah Timur Laut Majene dengan kedalaman 10 KM.

Satu hari setelahnya, Sabtu (16/1), kembali terjadi gempa susulan sekira pukul 6.32 WIB dengan magnitudo 5.0. Gempa dirasa cukup kuat dan berlangsung sekitar 5-7 detik. Masyarakat sempat panik dan berhamburan keluar rumah. Namun gempa tak berpotensi tsunami.

(pris/psp)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK