Polisi Datangi Acara Konpers TP3 soal Penembakan Laskar FPI

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 17:37 WIB
Aparat Polsek Metro Tanah Abang Jakarta mendatangi lokasi konferensi pers TP3 soal penembakan 6 laskar FPI, setelah mendapat informasi dari pihak hotel. Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/D-Keine)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jajaran Polsek Metro Tanah Abang mendatangi lokasi konferensi pers yang dilakukan oleh Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) kasus penembakan enam laskar FPI, di Hotel Century, Jakarta Pusat, Kamis (21/1).

Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan mengatakan polisi datang ke lokasi itu berdasarkan informasi dari pihak hotel.

"Dari pihak hotel ngasih tahu kami karena awalnya mereka makan di situ, tapi ternyata ada konpers. Makanya pihak hotel menyampaikan ke kita terus kita cek, takutnya hotel kan nanti kesalahan," kata Singgih saat dihubungi, Kamis (21/1).


Singgih menuturkan pihaknya datang ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB. Ia mengklaim bahwa kedatangannya untuk mengecek penerapan protokol kesehatan dalam acara tersebut.

"Tadi kita cek protokol kesehatannya," ucap Singgih.

Berdasarkan hasil pengecekan, kata Singgih, acara itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Selain itu, peserta yang hadir dalam acara hanya 15 orang.

"Intinya kami ke situ karena pihak hotel menyampaikan mereka ada konpers habis makan itu. Kami imbau prokesnya agar jangan sampai tidak sesuai prokes," tutur Singgih.

TP3 dalam jumpa pers itu meminta Presiden Joko Widodo bertanggung jawab dalam kasus penembakan yang menewaskan enam laskar pengawal Rizieq Shihab oleh aparat pada 7 Desember 2020 lalu.

"Sebagai pemimpin pemerintahan, TP3 meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi atas tindakan sewenang-wenang dalam kasus pembunuhan tersebut," kata anggota TP3 Marwan Batubara dalam jumpa, Kamis (21/1).

Selain itu, TP3 juga menyesalkan sikap pemerintah yang tak kunjung mengucapkan bela sungkawa terkait insiden tersebut.

Acara itu diketahui dihadiri sejumlah tokoh. Antara lain, Amien Rais, Abdullah Hehamahua, Busyro Muqoddas, Neno Warisman, jurnalis Edy Mulyadi, hingga pakar hukum Refly Harun.

(dis/wis)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK