Solo Kembali Tutup Puskesmas usai 20 Nakes Positif Covid-19

CNN Indonesia | Kamis, 21/01/2021 21:44 WIB
Puluhan tenaga medis dari Puskesmas Kratonan yang positif Covid-19 belum mendapatkan vaksinasi Virus Corona. Ilustrasi tenaga medis di puskesmas. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Solo, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jawa Tengah, menutup sementara Puskesmas Kratonan, Kamis (21/1), setelah lebih dari 20 tenaga kesehatan (nakes)-nya terkonfirmasi positif Covid-19.

Ketua Pelaksana Harian Satgas Covid-19 Solo Ahyani memastikan puluhan tenaga kesehatan dan karyawan puskesmas itu belum mendapatkan vaksin Covid-19.

"Mereka belum dapat giliran. Malah seharusnya dapat giliran memvaksin," katanya.


Ahyani yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo itu mengatakan imbas penutupan tersebut maka pelayanan kesehatan Puskesmas Kratonan dialihkan ke Puskesmas Jayengan. Pemkot juga telah mengkoordinasikan pemindahan layanan tersebut dengan BPJS kesehatan.

"Biar mereka menyesuaikan sistemnya," katanya.

Untuk diketahui, penutupan puskesmas Kratonan tersebut bukan pertama kalinya dilakukan Pemkot Solo.

Sejak kasus Covid pertama kali diidentifikasi di Solo pertengahan Maret 2020 lalu, setidaknya Pemkot pernah menutup sementara empat puskesmas. Terakhir, Pemkot menutup Puskesmas Jayengan dan Gajahan dalam waktu yang berdekatan.

Sekretaris Satgas Covid-19 sekaligus Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan terpaparnya tenaga medis merupakan hal yang lumrah. Apalagi, sambungnya, para tenaga kesehatan itu sering berinteraksi dengan pasien suspek maupun konfirmasi.

Apalagi, katanya, mereka sudah berhadapan dengan Covid-19 selama 10 bulan terakhir. Pandemi berkepanjangan ini berakibat pada menurunnya ketahanan fisik dan mental para petugas.

Terlebih mereka sering berhadapan dengan warga yang kurang kooperatif. Tak jarang, petugas mendapat umpatan dan makian saat melakukan contact tracing.

"Tekanan mereka berat sekali. Apalagi petugas yang di lapangan. Belum lagi kalau berhadapan dengan warga yang ngeyel," katanya.

Sebagai informasi, peningkatan kasus Covid-19 di Solo per Kamis (21/1) tercatat mencapai 58 kasus baru. Total kasus secara kumulatif mencapai 7.416 orang dengan angka kesembuhan mencapai 4.652.

Sementara 2.111 orang menjalani isolasi mandiri, 307 dirawat di rumah sakit, dan 346 meninggal dunia.

(syd/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK