Koster Buka Suara soal Suap-Suapan Satu Sendok di Acara PDIP

CNN Indonesia | Senin, 25/01/2021 10:42 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam acara PDIP dimana dirinya tampak 'suap-suapan' dengan kader lain. Gubernur Bali yang juga kader PDIP Wayan Koster menyuapi dua orang dengan sendok yang sama saat potong tumpeng acara partai. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Acara syukuran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Bali menjadi sorotan lantaran sebuah rekaman video menunjukkan sesi tiup lilin bersama dan suap-suapan tumpeng menggunakan sendok yang sama.

Video berdurasi 45 detik itu diunggah akun @sociotalker di Twitter pada Minggu (24/1) malam. Dalam video itu terlihat Ketua DPD Bali I Wayan Koster bersama sejumlah pengurus sedang memotong tumpeng.

Prosesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan Koster menyuapkan seseorang dengan menggunakan sendok.


Setelah itu, Koster terlihat memberi suapan berikutnya kepada orang lain menggunakan sendok yang sama. Baru setelah itu, Koster diberikan sendok lain oleh orang di sebelahnya.

Selain itu, sempat viral juga sebuah foto di mana Koster dan dua orang lainnya meniup lilin yang sama dengan melepas masker terlebih dulu.

Momen tersebut menjadi sorotan warganet, lantaran hal itu dilakukan di tengah pandemi virus corona dan tidak mematuhi aturan protokol kesehatan.

Saat dikonfirmasi, Koster mengatakan acara syukuran tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Menurutnya, acara yang dilaksanakan di aula Kantor DPD PDI Perjuangan itu hanya dihadiri sekitar 25 orang, dan yang hadir juga telah mengikuti rapid tes antigen dengan hasil negatif.

"Hanya pada saat tiup lilin saja masker dibuka, sebelum dan sesudahnya masker tetap dipakai. Tiup lilin dalam rangka HUT Partai dan ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Koster kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/1).

"Saya pastikan tidak ada yang dilanggar, protokol kesehatan dilaksanakan dengan sangat tertib," imbuhnya.

Sementara, terkait suap-suapan menggunakan satu sendok yang sama, Koster menyebut hal itu dilakukan spontan. Setelah itu, pihaknya menggunakan sendok yang berbeda.

"Karena kecepatan, satu sendok dipakai dua orang, setelah itu yang lain, sembilan orang pakai sendok berbeda," dalih dia.

(dmi/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK