19 Panti Asuhan Klaster Covid, Pemprov DKI Diminta Cek Rutin

CNN Indonesia | Senin, 25/01/2021 20:49 WIB
Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Iman Satria juga mendorong pengelola panti asuhan memiliki ruang isolasi sendiri untuk binaan yang terpapar Covid-19. Ilustrasi covid-19. (iStockphoto/oonal)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Iman Satria meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta rutin mengecek sejumlah panti asuhan. Permintaan itu berkaitan temuan 19 panti asuhan di Jakarta menjadi klaster penyebaran virus corona (Covid-19).

"Memang kalau yang panti-panti gitu harusnya pemda mengadakan kunjungan rutin, ngecek ke mereka," kata Iman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (25/1).

Menurut Iman, panti asuhan bisa menjadi klaster penyebaran Covid lantaran sejumlah faktor. Salah satunya, pegawai panti yang masih menjalani mobilitas keluar masuk panti. Iman mendorong agar Pemprov maupun pihak panti asuhan untuk rutin melakukan tes, baik itu rapid tes antigen maupun swab PCR terhadap pegawai panti.


"Karyawannya ini nih yang masih berhubungan dengan keluarga, dengan orang lain, itu yang harus pertama kali rutin diadakan checking. Minimal rapid antigen," jelas Iman.

Politikus Partai Gerindra itu juga mendorong agar Pemprov maupun pihak panti swasta memberikan vitamin kepada warga binaannya. Ia juga menganjurkan setiap panti memiliki klinik khusus.

"Enggak semua panti ada klinik, saya akan anjurkan nanti panti-panti harus punya klinik, minimal nanti doktor enggak usah stay, tapi bisa keliling, jadi kalau ada apa-apa klinik periksa," jelas Iman.

Iman juga mendorong agar Pemprov DKI turut rutin melakukan tes kepada warga binaan. Hal ini agar mencegah meluasnya klaster penyebaran Covid dari panti asuhan.

"Terus warga binaan tidak diperiksa, itu kan kita enggak tahu, jangan-jangan OTG semua, rata-rata, mohon maaf, orang-orang begitu kan imunnya kuat, karena terbiasa dengan kehidupan yang kurang bersih," paparnya.

"(Ini berpotensi penyebaran), jadi nanti karyawan pantinya yang kena, karyawan panti bawa ke rumah, ini kena lagi. Ini yang celaka," kata Iman menambahkan.

Sementara itu, jika ada warga binaan yang terpapar Covid-19, Iman menilai pihak panti harus menyediakan tempat isolasi. Ini agar virus tidak menyebar ke warga binaan lain.

"Kalau perlu kita siapkan satu panti yang memang ada ruangan sendiri, orang-orang yang kena jadi satu. Kalau sampai ada kejadian kayak gitu, karena bahaya juga, kalau dia OTG, dicampurin di dalam, celaka juga," pungkas Iman.

Merespons permintaan tersebut, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan telah menginstruksikan dinas sosial untuk melakukan langkah strategis guna mengantisipasi penularan.

"Iya, sudah kita minta Kepala Dinas untuk melakukan langkah-langkah strategis terkait pencegahan dan penanganan di panti-panti yang ada," kata Riza di Balai Kota, Senin (25/1).

Riza mengatakan, Pemprov DKI juga bakal meningkatkan pengawasan terhadap panti-panti yang ada di Jakarta. "Iya betul. Nanti kita akan meningkatkan pengecekan, pengawasan, semua," imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah panti asuhan di Jakarta menjadi klaster penyebaran virus corona. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, setidaknya ada 19 panti asuhan yang menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data yang diakses dari laman corona.jakarta.go.id, 19 klaster panti asuhan tersebut tersebut tersebar di sejumlah wilayah Jakarta. Dari 19 klaster tersebut, hingga 27 Desember tercatat ada 452 kasus positif yang ditemukan di panti asuhan.

Lebih lanjut, data menunjukan bahwa hingga 10 Januari lalu masih ada 93 kasus aktif di klaster panti asuhan di Jakarta.

(dmi/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK