Klaten Diguyur Hujan Abu Merapi, BPBD Sebut Situasi Kondusif

CNN Indonesia | Rabu, 27/01/2021 20:14 WIB
BPBD Klaten menyiapkan logistik masker hingga face shield jika aktivitas hujan abu meningkat di sejumlah permukiman warga. Aktivitas erupsi Gunung Merapi dipantau dari kota Yogyakarta, Rabu (27/1). (AFP/AGUNG SUPRIYANTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hujan abu tipis mengguyur Dukuh Gedongijo, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (27/1) usai erupsi Gunung Merapi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten menyebut saat ini kondisi telah kondusif.

"Sejak jam 13.00 WIB, tadi ada sedikit hujan abu, tapi hujan abu tipis-tipis. Cuma sebentar, sekarang sudah tidak. Situasi kondusif," kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten Sip Anwar saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (27/1).

Anwar menyatakan, saat hujan abu terjadi, masyarakat wilayah tersebut sebenarnya masih berada di barak pengungsian, namun, kata dia, memang ada beberapa yang beraktivitas di rumah.


"Sebagian masyarakat memang di barak pengungsian sejak dua bulan lalu," kata dia.

Lebih lanjut ia menyatakan untuk mengantisipasi jika terjadi hujan abu lagi, BPBD telah menyiapkan persediaan masker untuk warga.

"Masker, logistik kami siap. Ini tadi mau didorong masker ke sana, tapi ternyata masih banyak. Karena beberapa waktu lalu sudah kita drop banyak, masker, face shield," ucap dia.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebelumnya menyebut Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran 22 kali pada Rabu (27/1).

"Awan panas 22 kali, amplitudo maksimal 60 mm, durasi 197 detik," kata petugas pengamat Gunung Merapi BPPTKG Heru Suparwaka, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (27/1).

"Estimasi jarak maksimum 1600 meter ke arah barat daya (hulu Krasak dan Boyong), tinggi kolom teramati tersapu angin kencang dari Barat ke Timur rata puncak," lanjutnya.

(yoa/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK