Soal Isolasi Mandiri, Menkes Akui Banyak Warga Terganggu

CNN Indonesia | Senin, 01/02/2021 20:02 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin mengakui banyak masyarakat terganggu jika berdekatan dengan kasus positif Covid-19, meski menyebut tak semua kasus mesti ke RS. Ilustrasi ruang perawatan pasien COvid-19. (Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut tak semua pasien kasus Virus Corona (Covid-19) perlu dirawat di rumah sakit (RS) walaupun mengakui banyak warga terganggu dengan pasien isolasi mandiri.

"Sebagai hitung-hitungan gampang. Setiap ada 100 orang yang terkena positif covid-19, yang masuk RS hanya 20-30 persen, sisanya bisa isolasi, tidak harus di RS, tidak memberatkan RS," kata dia, dikutip dari acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemenkes RI, Senin (1/2).

Budi menyebut upaya itu dilakukan untuk mencegah potensi fasilitas kesehatan (faskes) kolaps di Indonesia. Namun demikian, ia menyadari bahwa strategi itu tidak mudah, terutama bagi masyarakat yang tinggal di daerah padat penduduk.


Oleh sebab itu, mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini pun mengajak peran keluarga untuk memberikan kesadaran warga agar memiliki tenggang rasa dan solidaritas terkait kasus Corona.

Ia bahkan berharap warga mampu bekerja sama membantu penyediaan fasilitas isolasi mandiri di lingkungannya masing-masing.

"Masih banyak masyarakat yang merasa terganggu kalau dia berdekatan dengan warga yang terkonfirmasi positif Covid-19," kata dia.

Budi juga mengajak seluruh warga untuk mematuhi protokol kesehatan 5M yang meliputi memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas, serta menghindari kerumunan.

Sementara, katanya, pemerintah bakal memperbanyak upaya surveillance dalam pemenuhan strategi tes, telusur, dan tindak lanjut (3T).

"Kita perlu segera mengidentifikasi dengan cepat siapa yang memiliki potensi terkena virus, sehingga treatment yang baik bisa mengurangi laju penyebaran virus," pungkasnya.

Terpisah, Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrachman mengatakan bahwa Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet dan sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 telah penuh.

"Peningkatan [kasus] Covid ini sudah tiga kali lipat. Wisma Atlet sudah penuh, rumah sakit demikian," kata dia, di sela-sela inspeksi mendadak di tiga stasiun di wilayah DKI Jakarta.

Infografis perjalanan sejuta kasus Covid-19 di IndonesiaInfografis perjalanan sejuta kasus Covid-19 di Indonesia. (CNN Indonesia/Fajrian)

Dudung mengingatkan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan di manapun berada.

"Jangan merugikan orang lain," cetusnya.

Sebelumnya,  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada seluruh Kabupaten/Kota di Jabar untuk tidak mengizinkan isolasi mandiri bagi warga terpapar virus corona.

Pasalnya, kata dia, kondisi itu merupakan akar masalah klaster penularan keluarga di Jabar akibat kondisi permukiman yang padat.

Kasus postif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.089.308 kasus per Senin (1/2), atau naik 10.994 kasus dari hari sebelumnya.

Selain itu, jumlah korban meninggal akibat Covid-19 bertambah 279 orang menjadi 30.277 orang. Sementara itu, kasus sembuh naik 10.461, sehingga total kasus sembuh menjadi 883.682.

(iam/khr/arh)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK