Whisnu Sakti Resmi Jabat Wali Kota Surabaya Sepekan

CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2021 18:54 WIB
Whisnu Sakti Buana resmi dilantik sebagai Wali Kota Surabaya sisa masa jabatan 2016-2021 di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, hari ini. Whisnu Sakti Buana resmi dilanti sebagai Wali Kota Surabaya definitif. (Foto: CNN Indonesia/Farid)
Surabaya, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik Whisnu Sakti Buana sebagai Wali Kota Surabaya definitif untuk sisa masa jabatan 2016-2021 di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Kamis (11/2).

Pelantikan ini mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.35-210 Tahun 2021 tanggal 8 Februari 2021 tentang Pengesahan Pengangkatan Wali Kota dan Pengesahan Pemberhentian Wakil Wali Kota Surabaya.

"Selamat kepada Wali Kota Surabaya, Bapak Whisnu Sakti Buana menjalankan tugas ini," ujar Khofifah saat sambutan di sela pengambilan sumpah jabatan sekaligus Pelantikan Wakil Wali Kota Surabaya menjadi Wali Kota Surabaya sisa masa periode 2016-2021.


Menurut dia, sejak menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota, Whisnu Sakti sudah melakukan banyak hal, termasuk bersinergi dan bersama-sama berupaya melakukan pengendalian Covid-19.

"Kinerja beliau sejak saat masih masa PPKM, dan sekarang PPMK Mikro. Di sisi lain, Pak Wali Kota juga memiliki tugas berseiring membangun ekonomi di Surabaya, terlebih investasi di Jatim yang PMA-nya tinggi adalah Surabaya," ucap Gubernur.

Sebelumnya, Whisnu Sakti Buana ditunjuk oleh Khofifah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Surabaya pada pada 24 Desember 2020 atau tepat setelah Tri Rismaharini alias Risama diangkat sebagai Menteri Sosial RI.

Sementara itu, Whisnu Sakti Buana berkomitmen menjalankan amanah, termasuk target menjadikan "Kota Pahlawan" menjadi zona kuning (risiko rendah), bahkan zona hijau (tak berisiko) Covid-19.

"Kami juga berkomitmen untuk menjadikan di masa PPMK Mikro ini sebagai momentum membangkitkan perekonomian masyarakat, khususnya di tingkat UMKM," kata WS, sapaan akrabnya.

"Pada kondisi PPMK Mikro ini, UMKM harus bergerak. Kampung-kampung tangguh di Surabaya harus memberdayakan pedagang, terutama di mikro kecil dan menengah di sana," ia menambahkan.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyatakan masa jabatan Whisnu hanya sekitar sepekan, yakni habis pada 17 Pebruari 2021.

"Dengan demikian Pak Whisnu terhitung sebagai Wali Kota Surabaya hanya sepekan. Bahkan kalau dihitung hari kerja efektif hanya tiga hari, yakni hari ini (saat dilantik), lalu Senin dan Selasa pekan depan, karena Jumat (12/2) besok tanggal merah," katanya.

Sebenarnya, kata dia, DPRD Surabaya melalui rapat paripurna pada 28 Desember 2020 atau hampir 1,5 bulan lalu sudah mengusulkan pegangkatan wakil wali kota sebagai wali kota definitif ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri), usai Risma diangkat menjadi Mensos.

"Saat itu, saya berharap Pak Whisnu sudah ditetapkan dan dilantik sebagai wali kota definitif awal Januari 2021," katanya.

Hanya saja, lanjut dia, kewenangan penetapan SK pengangkatan sebagai wali kota definitif menjadi kewenangan Mendagri.

Mendadak

Whisnu Sakti Buana mengaku dikabarkan secara mendadak perihal pelantikannya sebagai wali kota definitif. Politikus PDI-Perjuangan itu pun menyebut tak ada persiapan khusus.

Pemungutan suara Pilkada 2020 telah digelar 9 Desember 2020, dan perhitungan cepat (quick count) pun telah keluar pada sore harinya.Pemungutan suara Pilkada 2020 telah digelar 9 Desember 2020, dan perhitungan cepat (quick count) pun telah keluar pada sore harinya. (Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen)

"Ndak ada persiapan, ini semua mendadak, saya baru dikabari Bu Gubernur (Khofifah) tadi malam," kata dia, Kamis (11/2).

"Jadi ya siap enggak siap, saya berangkat ke Grahadi, saya ditunggu ini untuk geladi bersih," lanjutnya.

Pada pelantikan tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono, serta beberapa kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemprov setempat.

Selain itu, hadir juga Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwiyono, Sekda Kota Surabaya Hendro Gunawan, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhonny Edison Isir, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum dan beberapa pejabat Forkopimda setempat.

Pelaksanaan proses pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan juga menerapkan protokol kesehatan ketat, termasuk membatasi tamu undangan yang hadir.

Sosok Whisnu, yag mendampingi Risma selama dua periode, sempat digadang-gadang maju sebagai calon wali kota di Pilkada Surabaya 2020.

Namun, namanya terhempas lantaran DPP PDIP memilih mengusung kader non-partai Eri Cahyadi sebagai calon yang mereka usung.

(frd/Antara/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK