Tingkat Keterisian RS Corona di Banten dan DKI Masih Tinggi

CNN Indonesia | Jumat, 19/02/2021 13:25 WIB
Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) RS rujukan Covid-19 di Jakarta dan Banten melebihi ambang WHO, namun masih tetap bisa menerima pasien baru. Meskipun Kemenkes mencatat rata-rata tingkat keterisian tempat tidur (BOR) RS rujukan Covid-19 di bawah 50 persen, tapi masih ada beberapa daerah yang di atas ambang WHO 60 persen seperti DKI Jakarta, Banten hingga Kaltim. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan memaparkan tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) ruang isolasi dan Intensive Care Unit (ICU) Rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di Indonesia berada di rata-rata 47,8 persen.

Angka tersebut merupakan laporan data dari seluruh dinas kesehatan di 34 provinsi Indonesia per Kamis (18/2) pukul 13.00 WIB.

"Rata-rata 47,8 persen, tapi masih ada daerah cukup tinggi seperti di Kalimantan Timur 70 persen," kata Kepala Balitbangkes Kemenkes, Slamet dalam acara daring pada Jumat (19/2).


Dari laporan grafik data itu, terlihat Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan tingkat pemenuhan BOR tertinggi yakni 70 persen. Bukan hanya Kaltim, sejumlah daerah tercatat masih mengalami keterisian tempat tidur yang melebihi ambang batas aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 60 persen BOR RS Covid-19 secara global.

Posisi kedua ditempati Banten dengan BOR 66 persen dan diikuti DKI Jakarta 63 persen. Adapun BOR RS Covid-19 di Bali tercatat 59 persen dan Jawa Barat 59 persen.

Sementara lima provinsi dengan BOR terendah yakni Maluku Utara 20 persen, Bangka Belitung 19 persen, dan Bengkulu 18 persen. Selanjutnya Sulawesi Tenggara 15 persen, serta Aceh 9 persen.

Melihat grafik itu, Slamet pun mengungkapkan terdapat penurunan tingkat keterisian tempat tidur dalam bulan ini. Sebab bila dibandingkan, tercatat dua bulan sebelumnya BOR RS Covid-19 sempat berada di rata-rata 70 persen.

"Utilitas fasilitas kesehatan turun, tapi masih ada yang mengalami kenaikan. Artinya kasus itu masih banyak, yakni di RS milik BUMN dan kementerian/lembaga, demikian juga untuk tempat tidur masih naik di RS milik TNI/Polri," pungkas Slamet.

Data perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia hingga Kamis (18/2) dikutip dari laman Satgas Penanganan Covid-19 mencapai 1.252.685 orang positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah ini sebanyak 160.494 orang merupakan kasus aktif atau yang masih perlu perawatan.

Sementara positivity rate atau rasio positif kasus Covid-19 kembali mencatatkan rekor tertinggi 40,1 persen pada Kamis (18/2) kemarin. Persentase ini menggambarkan tingkat penularan virus corona di suatu wilayah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kondisi pandemi Covid-19 dapat dikatakan terkendali saat positivity rate di angka 5 persen.

Infografis Tiga Mutasi Baru Covid-19 Gegerkan DuniaInfografis Tiga Mutasi Baru Covid-19 Gegerkan Dunia. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

(khr/NMA)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK