Cerita Warga Jeruk Purut yang Makin Terendam Banjir

CNN Indonesia | Sabtu, 20/02/2021 12:42 WIB
Warga di kawasan Jeruk Purut, Cilandak, semakin terendam banjir akibat jalur Kali Krukut yang kian padat dengan pemukiman. Ilustrasi. Warga di kawasan Jeruk Purut, Cilandak, semakin terendam banjir akibat jalur Kali Krukut yang kian padat dengan pemukiman. (CNN Indonesia/ Khaira Ummah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Beberapa kawasan di Jakarta, terutama Jakarta Selatan, terendam banjir akibat hujan deras sejak Sabtu (20/2) dini hari. Mulai dari kawasan Kemang, ruas tol Simatupang, hingga di sekitar jalan Jeruk Purut.

Ibrahim mengungkapkan kediaman kakaknya yang terletak di belakang gedung Elnusa, tepatnya di Jalan Jeruk Purut, sudah terendam banjir hingga lebih dari dua meter.

Biasanya, air hanya akan setinggi 80 sentimeter apabila banjir dan masuk ke rumah. Namun, kini kediaman kakaknya tersebut benar-benar terendam. Atap beberapa rumah di sekitarnya juga telah terendam banjir.


"Di Jeruk Purut itu dulu [kalau banjir] enggak segitu. Paling tinggi cuma satu meter. Kalaupun masuk rumah itu cuma sepergelangan kaki orang dewasa [10 sentimeter]," cerita Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (20/2).

"Jadi kalau memang di bawah itu bisa 80 sentimeter lah, tapi saat ini di 2,5 meter ketinggian sampai masuk ke rumah dan mendekati lantai kedua," lanjutnya.

"Kulkas sudah pada ngambang semua karena posisinya tidak seperti biasanya, ini cukup tinggi. Sementara rumah itu sudah diuruk satu meter dari bawah. Tapi kenyataannya masih kena," ungkapnya.

Hingga Sabtu (20/2) pagi, ia mengatakan bantuan baru datang dari pihak kelurahan. Ibrahim berharap bantuan dari Pemkot bahkan Pemprov DKi bisa segera datang ke kawasan Jeruk Purut.

"Yang di belakang Elnusa ini luar biasa tingginya. Harusnya ini jadi fokus Pemda DKI karena jalur sungai Krukut itu kan padat," tuturnya.

Puluhan mobil terendam banjir akibat di jalan kemang raya, Jakarta, Sabtu, 20 Februari 2021. CNN Indonesia/ Adhi WicaksonoPuluhan mobil terendam banjir akibat di Jalan Kemang Raya, Jakarta, Sabtu, 20 Februari 2021. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)

Terpisah, Wakil Walikota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengungkapkan jajarannya sejak Sabtu (20/2) pagi sedang menangani pemukiman warga yang terendam banjir.

Semua kelurahan di Jakarta Selatan, kata Adji, sedang menyiapkan titik-titik pengungsian. Hal tersebut dilakukan akibat curah hujan tinggi di sejumlah titik sejak beberapa hari terakhir.

"Jajaran kami juga membantu evakuasi lansia dan anak-anak ke titik pengungsian. Dari malam saya juga sudah ingatkan PMI Jaksel dan Sudin sosial siapkan makanan siap saji untuk di-drop ke titik pengungsian," tuturnya.

Sebelumnya, BPBD Provinsi DKI Jakarta menyatakan 193 Rukun Tetangga (RT) di Jakarta Selatan, Timur, dan Barat banjir pada Sabtu (20/2) hingga pukul 06.00 WIB, usai hujan merata sejak tengah malam tadi.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, memaparkan sebanyak 29 RW, terdiri dari 44 RT, terendam di Jakarta Selatan dengan ketinggian 40-150 sentimeter dan terdapat pengungsi sebanyak tujuh kepala keluarga dengan total 19 jiwa.

Sementara di Jakarta Timur, Sabdo menyebut ada 50 RW, terdiri dari 143 RT, terendam dengan ketinggian 40-180 sentimeter, dan 372 KK dengan total 1.361 jiwa sedang mengungsi. Serta di Jakarta Barat sejumlah 4 RW dan 6 RT terendam.

"Secara keseluruhan, sebanyak 193 RT dari total 30.470 RT yang terdampak. Dan jumlah pengungsi di seluruh DKI sebanyak 379 KK dengan total 1.380 jiwa," kata Sabdo dalam siaran pers.

(chri/end)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK