Anggota DPRD Bantul Sebut Pemakaman Covid Bak Mengubur Anjing

CNN Indonesia | Senin, 22/02/2021 17:18 WIB
Pimpinan DPRD Bantul menyerahkan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD untuk memanggil Supriyonon terkait pemakaman Covid-19 seperti mengubur anjing. Ilustrasi pemakaman Covid. Anggota DPRD Bantul Supriyono menyebut pemakaman Covid-19 seperti mengubur anjing. Ilustrasi (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah video anggota DPRD Kabupaten Bantul Supriyono viral di media sosial Twitter. Anggota DPRD yang diketahui dari Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengatakan pemakaman pasien positif Covid-19 seperti mengubur anjing dan menjadi sebuah proyek.

Video tersebut diunggah oleh akun Twitter Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DI Yogyakarta, @TRCBPBDDIY, Minggu (21/2) malam.

"Mati lan urip iku kagungane Gusti Allah, ora apa-apa di-Covid-ke, apa-apa di-Covid-19-ke. Bar operasi kanker payudara, penyakit gula mulih di-Covid-ke, njur le mendhem kayak mendhem kirik. Hadhuh, gek iki alam apa? Ha sing dha mendhem seka Dinas Kesehatan entuk proyek njuk sakpenake dhewe," kata pria dalam video tersebut dikutip detik.com, Senin (22/2).


Berikut artinya dalam bahasa Indonesia, "Hidup dan mati itu milik Tuhan, bukannya apa-apa di-Covid kan. Habis operasi kanker payudara, penyakit gula lalu di-Covid-kan. Terus yang menguburkan seperti mengubur anjing. Kondisi macam apa ini? Yang menguburkan itu dari Dinas Kesehatan dapat proyek terus seenaknya sendiri."

Setelah ditelusuri, anggota DPRD Bantul itu menyampaikan pernyataan tersebut dalam 'Tasyakuran Pernikahan & Khitanan' yang ditayangkan akun YouTube, Jogja Live Streaming, Sabtu (20/2).

Buntut dari pernyataan anggota DPRD Bantul itu, sekitar 100 orang yang tergabung dalam relawan penanganan Covid-19 Kabupaten Bantul, mendatangi Gedung DPRD Bantul.

"Hari ini FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) Bantul, SAR dan potensi relawan Bantul lainnya ke DPRD untuk mengadu terkait dengan pernyataan salah satu anggota dewan yang menyinggung teman-teman relawan terutama dalam penanganan Covid-19," kata Ketua FPRB Bantul Waljito di Gedung DPRD Bantul, Senin (22/2) dikutip Antara.

Waljito mengatakan dalam video tersebut Anggota DPRD Bantul Supriyono menyampaikan bahwa pemakaman pasien Covid-19 seperti memakamkan binatang. Padahal, kata Waljito, terdapat SOP dalam memakamkan pasien Covid-19.

"Yang kedua, yang bersangkutan mengatakan bahwa pemakaman jenazah Covid-19 adalah proyek dari Dinkes. Sehingga teman-teman relawan di bawah tersinggung dan kami datang ke sini untuk memberikan pernyataan sikap kepada DPRD Bantul," ujarnya.

Desak Minta Maaf

Waljito mengatakan relawan penanganan Covid-19 Bantul mendesak pimpinan DPRD Bantul segera memanggil Supriyono untuk melakukan klarifikasi dan mencabut pernyataan yang menyinggung para relawan bencana nonalam itu.

"Kedua, kita kasih kesempatan sekali dalam waktu satu kali 24 jam untuk meminta maaf secara terbuka melalui media massa, media sosial kepada teman-teman relawan yang saat ini sedang melakukan respons terkait dengan bencana Covid-19," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong aparat kepolisian berwenang agar melakukan penyelidikan terkait hal ini, karena pernyataan wakil rakyat tersebut berpotensi membangkitkan amarah masyarakat.

"Terakhir, akan mendesak Polda, kalau memang ini terjadi delik hukum, Polda harus segera menyelidiki, karena melakukan penghasutan kepada masyarakat kontra terhadap penanganan Covid-19," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bantul Subhan Nawawi mengaku sudah menerima aspirasi dari para relawan penanganan Covid-19 terkait dengan video viral pernyataan anggota DPRD Bantul dari PBB tersebut. Subhan menyerahkan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD untuk memanggil Supriyono.

"Dari hasil pertemuan ada beberapa tuntutan, Pak Supri agar segera meminta maaf, tadi pimpinan sudah mencoba telepon, namun belum terjawab, yang jelas sesuai dengan tata tertib kita menyerahkan ke BK DPRD untuk mengundang saudara Supri untuk klarifikasi terkait video itu," kata Subhan.

Supriyono sendiri belum bisa berkomentar banyak soal kasus ini. "Sebentar mas, sebentar, baru koordinasi," kata dia, yang langsung mematikan sambungan telepon saat dihubungi CNNINdonesia.com.

(tim/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK