Puluhan Rumah di Cilincing Jakut Rusak Diterpa Angin Kencang

CNN Indonesia | Jumat, 26/02/2021 14:53 WIB
Puluhan rumah di Cilincing, Jakarta Utara, terdampak angin kencang yang menerjang pada Jumat (26/2) dini hari. Foto ilustrasi. Sebuah rumah rusak akibat gempa bumi di Dusun Kertaharja, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (25/10/2020). (ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, terdampak angin kencang yang menerjang pada Jumat (26/2) dini hari. Puluhan rumah rusak akibat angin kencang.

"Kawasan yang terdampak Rorotan, Semper Timur di Kampung Sawah, Semper Barat," kata Camat Cilincing, Mohammad Andri saat dihubungi, Jumat (26/2).

Andri mengatakan salah satu wilayah yang terdampak paling parah di Kampung Sawah, Kelurahan Semper Timur. Menurutnya, dari data sementara, setidaknya hampir 40 rumah rusak akibat angin kencang.


Menurut Andri, dari puluhan rumah itu, tiga di antaranya rusak berat dan sisanya rusak ringan.

Andri mengatakan tidak ada korban jiwa akibat angin kencang itu. Namun dari laporan pihaknya, satu warga sempat terjatuh dari motor karena diterpa angin kencang.

"Semalam ada yang jatuh dari motor karena angin kencang, tapi enggak apa-apa," ujarnya.

Untuk ke depan, Andri mengatakan jajaran Kecamatan Cilincing bersiaga dan menyiapkan sejumlah peralatan untuk mengantisipasi pohon tumbang akibat angin kencang. Sementara saat ini pihaknya masih membantu warga membetulkan rumah yang rusak akibat angin kencang.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi potensi bibit siklon yang dapat menjadi bibit siklon tropis di perairan sebelah Selatan Nusa Tenggara. Kondisi ini memungkinkan berpengaruh terhadap potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sebagian besar wilayah Jawa.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan untuk wilayah Jabodetabek, potensi cuaca ekstrem itu akan berdampak signifikan dan diprediksi terjadi mulai 24 Februari hingga Sabtu (27/2).

"Kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai, terutama pada malam/dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan merata," kata Guswanto dalam keterangan tertulisnya di laman resmi BMKG, Jumat (26/2).

(dmi/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK