IDI Belum Temukan Korelasi Vaksinasi dan Tren Kematian Dokter

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 06:38 WIB
IDI menyatakan masih perlu data menyeluruh dan peninjauan ulang untuk membuktikan klaim bahwa vaksinasi Covid-19 berpengaruh menurunkan tren kematian dokter. Ilustrasi. IDI menyatakan masih perlu data menyeluruh dan peninjauan ulang untuk membuktikan klaim bahwa vaksinasi Covid-19 berpengaruh menurunkan tren kematian dokter. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Adib Khumaidi mengingatkan program vaksinasi Covid-19 yang menyasar tenaga kesehatan Indonesia belum bisa dijadikan parameter penurunan angka kesakitan dan kematian para dokter.

Adib menyebut masih perlu waktu dan data yang komprehensif untuk membuktikan klaim vaksinasi berhasil mengendalikan sebaran kasus Covid-19 di lingkungan tenaga medis Indonesia.

"Kita belum bisa mengatakan bahwa memang ada tren yang menurun terkait angka kematian dokter. Tapi sekali lagi ini belum kita katakan korelasi positif dari vaksinasi, kita masih perlu ada data, review juga," kata Adib dalam acara daring, Senin (1/3).


Adib pun merinci sebanyak 23 dokter meninggal akibat terpapar Covid-19 sepanjang Februari 2021. Jumlah itu memang lebih sedikit dari jumlah kematian dokter terpapar Covid-19 pada Januari dengan 57 kasus kematian.

Dengan penambahan itu, maka secara kumulatif dengan hampir genap setahun pandemi di Indonesia, sebanyak 325 dokter gugur akibat terinfeksi Covid-19. Dan secara total per Minggu (28/2) lalu sebanyak 718 tenaga kesehatan gugur.

Mereka terdiri atas perawat, dokter gigi, bidan, apoteker, hingga Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM).

"Saat ini memang kita didukung oleh adanya pelaksanaan vaksin, tapi kite belum ada data terkait korelasi vaksin dengan angka kematian dokter," tegasnya sekali lagi.

Infografis Insentif dan Santunan Kematian untuk Tenaga MedisInfografis Insentif dan Santunan Kematian untuk Tenaga Medis. (CNNIndonesia/Fajrian)

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beberapa waktu lalu menerangkan dampak vaksinasi virus corona dapat mulai dihitung setelah dua pekan warga mendapat suntikan dosis kedua vaksin covid-19.

Namun demikian, bila melihat perkembangan sebaran kasus positif Covid-19 pada lingkungan tenaga kesehatan, Budi mengaku melihat mulai ada penurunan jumlah penularan nakes usai vaksinasi berjalan dalam sebulan belakangan.

Meski begitu, dia menegaskan dugaan itu belum bisa dijadikan kesimpulan final untuk menentukan seberapa besar dampak vaksinasi terhadap perkembangan kasus virus corona di Indonesia.

"Sementara data semua nakes yang sudah divaksinasi, memang kasus konfirmasinya trennya menurun. Tapi kami masih menunggu kelengkapan data untuk mengambil kesimpulan yang pasti," kata Budi (17/2) lalu.

Dalam hal ini, pemerintah menetapkan sebanyak 1.468.764 tenaga kesehatan menjadi sasaran vaksinasi pemerintah. Jumlah tenaga kesehatan itu masuk dalam 0,8 persen dari total 181.554.465 warga Indonesia yang menjadi target vaksinasi.

Target 60-70 persen penduduk wajib vaksinasi itu harus tercapai guna menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

(khr/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK