Rencana Sekolah Tatap Muka Kembali Dievaluasi April

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 18:00 WIB
Rencana sekolah tatap muka secara nasional akan kembali dievaluasi April 2021. Ilustrasi. Rencana sekolah tatap muka secara nasional akan kembali dievaluasi April 2021. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengatakan rencana sekolah tatap muka secara nasional akan dievaluasi pada April 2021.

Diketahui, Presiden Joko Widodo menginginkan sekolah kembali dibuka Juli, setelah vaksinasi guru rampung.

"Harapan seiring dengan upaya lain jika angka penularan sudah landai dan sesuai anjuran WHO, maka bisa saja secara nasional kegiatan (belajar) tatap muka dibuka. Nanti bulan April kita evaluasi lagi kesiapan dan kemungkinan bisa dibuka secara nasional," kata Deputi Bidang Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono kepada CNNIndonesia.com, Selasa (2/3).


Ia menjelaskan vaksinasi guru tahap kedua rencananya akan digelar April 2021. Agus pun mengaku pemerintah sempat membahas keinginan sekolah dibuka Mei 2021.

Wacana itu disampaikan melalui rapat bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri dan sejumlah epidemiolog.

Namun, Agus menyarankan kegiatan tatap muka dilakukan pada Juli dengan pertimbangan semua pendidik dan pegawai di satuan pendidikan sudah divaksin.

"Guru, dosen, tenaga kependidikan, pegawai kantin dan tukang kebun di sekolah/madrasah/satuan pendidikan baik negeri maupun swasta di semua jenjang perlu mendapat vaksin," katanya.

Dalam rapat tersebut, lanjut Agus, juga ada beberapa pihak yang mengusulkan vaksin diberikan kepada siswa dan mahasiswa.

Namun diketahui sampai hari ini belum ada vaksin covid-19 yang diizinkan untuk anak di bawah 18 tahun oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Meski begitu, Agus meyakini pembukaan sekolah bisa dilakukan asal protokol kesehatan dipastikan berjalan. Ia pun meminta sekolah menyiapkan sarana prasarana dan membersihkan lingkungan sekolah sembari menunggu keputusan pemerintah.

Menurut dia, pembukaan sekolah pun sudah lebih dulu dilakukan banyak negara. Ia menilai langkah tersebut bisa dilakukan karena sarana dan prasarana protokol kesehatan dipersiapkan dengan baik.

"Bagi daerah yang belum memulai kegiatan tatap muka, diharapkan dengan divaksinnya tenaga pendidik dan kependidikan dapat secara bertahap melakukan kegiatan tatap muka," tambah Agus.

Secara terpisah, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan jika pembukaan sekolah dilakukan, protokol kesehatan masih menjadi faktor perlindungan penting untuk mencegah penularan covid-19.

"Memvaksin guru tentunya untuk melindungi guru. Tetapi lingkungan belajar pun harus dilindungi dari potensi penularan, baik dengan 3M, 3T dan vaksinasi," terangnya kepada CNNIndonesia.com.

Ia menjelaskan vaksinasi dilakukan untuk memberikan kekebalan kepada masyarakat yang rentan dengan memvaksin orang dalam keadaan sehat dan memenuhi kriteria kesehatan.

Sementara, lanjut Wiku, setiap vaksin yang bisa digunakan harus melewati proses pemberian izin dari pemerintah dengan karakter yang berbeda-beda. Untuk itu, vaksinasi belum diberikan kepada siswa.

(fey/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK