Polisi Klaim Keluarga Korban SJ 182 Maklum Operasi Disetop

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 05:45 WIB
Polri menyebut anggota keluarga memahami penghentian proses identifikasi korban Sriwijaya Air SJ 182 yang belum dikenali. Ilustrasi. Anggota keluarga dan kolega saat prosesi tabur bunga mengenang serta mendoakan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. (Foto: REUTERS/AJENG DINAR ULFIANA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polri mengklaim anggota keluarga memahami situasi penghentian operasi korban Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ 182 yang belum teridentifikasi. Sehingga pihak keluarga pun disebut tidak mempermasalahkan penutupan proses identifikasi.

Diketahui, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menutup proses identifikasi terhadap korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Selasa (2/3).

"Yang teridentifikasi kami beri tahu dan keluarga pun memaklumi," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada Selasa (2/3).


Rusdi mengatakan tim DVI telah memaksimalkan kerja untuk mengidentifikasi seluruh korban. Hanya saja, hasil akhir yang ditemukan tidak seluruh korban dapat teridentifikasi.

Dalam hal ini, tersisa tiga korban kecelakaan pesawat itu yang belum teridentifikasi. Dari total 62 penumpang, sebanyak 59 berhasil diidentifikasi.

"Inilah tugas maksimal yang bisa dilakukan tim DVI," kata dia.

Sementara terkait dengan santunan ketiga keluarga korban yang belum diidentifikasi kata Rusdi, polisi memastikan semua akan mendapatkan haknya. "Saya rasa dapat hak semua itu, bahwa Sriwijaya pun akan memberikan hak-hak daripada korban," lanjut dia.

Dalam hal ini, DVI telah rampung memeriksa seluruh sampel yang ditemukan. Rinciannya, 744 sampel yang terdiri atas 174 sampel antemortem dan 570 sampel posmortem.

Prajurit Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL memindahkan puing yang ditemukan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 di geladak KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (14/1/2021). Tim SAR gabungan pada hari keenam kembali melakukan pencarian dari puing dan korban dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu (9/1/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.Prajurit Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) TNI AL memindahkan puing yang ditemukan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ 182 di geladak KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (14/1/2021). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Adapun tiga korban yang belum dapat teridentifikasi ialah Arkana Nadi Wahyu (7 bulan); Dania (2); dan Panca Widya Nursanti (46).

Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu pada Sabtu 9 Januari 2021 sekitar pukul 14.40 WIB.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu dipastikan jatuh ke laut setelah empat menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten.

Total jumlah penumpang yang berada di pesawat tersebut 62 orang, dengan rincian 56 penumpang dan enam awak pesawat aktif. Sementara 56 penumpang ini terdiri dari 40 dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga balita.

Infografis Fakta-fakta Sriwijaya Air JatuhInfografis Fakta-fakta Sriwijaya Air Jatuh. (CNN Indonesia/Fajrian)

(mjo/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK