Anggota DPRD DKI Minta Vaksinasi Covid-19 Bagi Keluarga

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 14:45 WIB
Anggota DPRD DKI meminta Pemprov DKI memberikan vaksinasi covid-19 bagi keluarga. Diperkirakan butuh 300 dosis untuk memvaksin seluruh keluarga DPRD DKI. Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik berencana mengajukan vaksinasi covid-19 bagi keluarga anggota DPRD DKI. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik mengatakan tengah mengajukan vaksinasi covid-19 bagi keluarga anggota dewan seiring permintaan dari para anggota.

Permintaan vaksinasi untuk keluarga anggota dewan itu diajukan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Jika mengacu dari jumlah 106 anggota dewan, kata dia, diasumsikan satu orang anggota memiliki istri dan anak, maka dosis vaksin yang dibutuhkan hanya sekitar 300.


"Kalau kita divaksin, kita kan berhubungan dengan masyarakat, maka kita pulang ke rumah gimana? Kan sedikit, paling banyak 500 (dosis). 106 (anggota) kalau satu orang 3, baru 300 sekian," ucap Taufik saat dihubungi, Rabu (3/3).

Sementara proses vaksinasi covid-19 bagi anggota DPRD DKI telah dimulai sejak Selasa (2/3) kemarin. Selain diberikan kepada para anggota, Taufik menuturkan, vaksinasi juga dilakukan kepada PNS, karyawan, dan petugas lain di lingkungan DPRD DKI.

"Mulai kemarin, jadwal selesai 4-5 hari. Vaksin yang digunakan Sinovac," katanya.

Proses vaksinasi bagi anggota DPRD sebelumnya juga diungkap oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Melalui akun Instagram @prasetyoedimarsudi, politikus PDIP itu mengaku telah menerima suntikan vaksin pada Selasa kemarin.

"Alhamdulillah siang tadi akhirnya saya bisa menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona di Kantor DPRD DKI Jakarta bersama rekan-rekan anggota dewan dan ASN sekretariat dewan yang masuk ke dalam kelompok penerima vaksin tahap kedua," kata Prasetyo.

[Gambas:Instagram]

Pemerintah provinsi DKI sebelumnya menargetkan 7,9 juta warga akan mendapat vaksin covid-19.

Angka itu merupakan jumlah keseluruhan warga ibu kota di rentang usia 18 hingga 59 tahun, sebagai salah satu syarat penerima vaksin.

Dari jumlah itu, sebanyak 130.000 merupakan tenaga kesehatan, 500.000 merupakan pemberi layanan publik, kelompok rentan secara geospasial maupun ekonomi sekitar 3 juta lebih, hingga kelompok usaha sekitar 2 juta lebih.

Selain itu ada pula kelompok lansia yang jumlahnya berkisar 980.000 orang.

(yoa/psp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK