Mutasi Corona di Karawang Tak Hilang Meski Isolasi 10 Hari

CNN Indonesia | Rabu, 03/03/2021 14:30 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut dua WNI yang positif virus corona hasil mutasi Inggris tak juga negatif meski sudah menjalani isolasi 10 hari. Ilustrasi isolasi. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalismaa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Varian baru Virus Corona dari Inggris SARS-CoV-2 B117 yang menjangkiti dua pekerja warga Karawang, Jawa Barat, M dan A, disebut tak hilang setelah 10 hari isolasi. Perpanjangan masa isolasi pun dilakukan demi keamanan.

"Virus varian UK 117 terdeteksi ada di Karawang dari warga Karawang yang bepergian dengan pesawat Qatar Airways. Sesuai prosedur mendarat kemudian diisolasi 10 hari sudah dilaksanakan. Namun ternyata isolasi 10 hari sudah, tetapi virusnya tidak mau hilang," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK), di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Rabu (3/3).

Juru Bicara Satgas Covid-19 Karawang Fitra Hergyana mengungkapkan dua warga yang berprofesi sebagai migran Indonesia (PMI) alias TKI itu masuk ruang isolasi di Jakarta setelah mendarat di Indonesia menggunakan dua pesawat berbeda, di Bandara Soekarno Hatta.


M, yang merupakan warga Kecamatan Lemahabang, Karawang, kata dia, mendarat pada 28 Januari 2021; dan A, warga Kecamatan Pedes, Karawang, mendarat 31 Januari 2021.

Keduanya, ujar Fitra, Keduanya mengikuti aturan Satgas Covid-19 bagi para pelaku perjalanan luar negeri, salah satunnya tes swab PCR dengan hasil positif. Keduanya menjalani isolasi di Jakarta.

"Setelah menjalani isolasi, hasil tes swab mereka negatif dan sudah diizinkan pulang ke Karawang. Jadi keduanya pulang ke Karawang dengan hasil negatif," kata dia.

Emil, panggilan akrab RK, menimpali bahwa kedua pasien tersebut sudah negatif Covid-19 berdasarkan hasil tes PCR per hari ini. Namun, untuk memastikan keduanya tidak menularkan, pihak dinas kesehatan setempat memperpanjang waktu isolasi mandiri.

"Per hari ini dua pasien itu sudah negatif. Tapi kita akan tes berkali-kali untuk memastikan tidak ada yang merugikan. Keduanya masih isolasi di rumah," ujarnya.

Selain itu, ia juga sudah menginstruksikan agar Satgas Penanganan Covid-19 untuk melakukan pelacakan erat kontak kedua pasien dan melakukan testing.

"Tim sedang melacak dan mengisolasi tambahan untuk pasien. Tracing dan tracking lagi dilakukan terhadap kontak erat," katanya.

Emil pun meminta kepala daerah dan aparat kewilayahan di Karawang untuk bergerak cepat mengatasi temuan mutasi virus corona B117 agar penyebarannya tak meluas.

"Saya titip kepada Bupati Karawang, kepada Dandim, Kapolres dan seluruh jajaran jangan sampai kecolongan membesar sampai akhirnya kita tidak bisa mengendalikan. Mumpung masih kecil bisa segera kita deteksi. Kita tahu kalau sudah telat harga treatmentnya mahal sekali," ujarnya.

Meski ditemukannya kasus tersebut, Emil meminta agar warga tetap tenang dan tak panik. Langkah antisipasi telah dilakukan sejak awal.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengaku sejauh ini pemerintah Indonesia telah membangun sistem ketahanan kesehatan nasional yang diharapkan mampu meminimalisir merebaknnya mutasi virus SARS-CoV-2 B117 yang sudah terdeteksi di Indonesia.

Salah satu ketahanan tersebut adalah dengan memperkuat pengamanan protokol kesehatan di pintu masuk Bandara dan Pelabuhan. Upaya itu juga dilakukan guna mengantisipasi sebaran virus mutasi covid-19 lainnya seperti yang berasal dari Brasil, hingga Afrika Selatan.

Infografis fakta mutasi covid-19 B117 Inggris masuk RIInfografis fakta mutasi covid-19 B117 Inggris masuk RI. (Foto: CNN Indonesia/Fajrian)

"Terkait kasus strain baru virus, pada intinya Indonesia telah membuat sistem barier berlapis-lapis dan semaksimal mungkin," kata Wiku saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (3/3).

Selain itu, Satgas menurutnya akan gencar melakukan penelusuran kontak terhadap warga yang diketahui memiliki kontak erat dengan kasus mutasi virus asal Inggris itu. Wiku menjelaskan upaya pengawasan dan penelusuran itu juga akan dibarengi dengan isolasi yang dilakukan di fasilitas kesehatan tertentu.

Namun begitu, Wiku juga tetap mengharapkan peran aktif masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan. Upaya itu perlu dilakukan agar transmisi mutasi strain baru itu tidak semakin meluas.

"Jika memang ada kasus varian baru tersebut maka petugas di lapangan segera mengisolasi dan menjamin kasus positif harus menjadi negatif terlebih dahulu untuk bisa melanjutkan aktivitasnya demi mencegah penularan yang lebih luas," jelasnya.

Mutasi virus yang diketahui pertama kali ditemukan di Inggris itu kini telah menyebar di lebih dari 33 negara. Mutasi virus SARS-CoV-2 B117 juga dinilai memiliki kemampuan lebih cepat menyebarkan virus.

Setidaknya hingga saat ini, pemerintah telah melaporkan dua kasus kasus mutasi virus SARS-CoV-2 B117 di Indonesia pada Selasa (2/3) kemarin. Temuan mutasi virus itu kemudian diidentifikasi berasal dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang datang dari Saudi Arabia.

(hyg/khr/Antara/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK