Kemenkes Cek Kasus Covid Turun: Dampak PPKM atau Tes Anjlok

CNN Indonesia | Kamis, 04/03/2021 16:58 WIB
Kemenkes masih menunggu analisis para ahli terkait fenomena penurunan kasus Covid-19. Kemenkes belum mengetahui penyebab kasus Covid-19 yang menurun beberapa hari terakhir. Ilustrasi Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum bisa memastikan faktor penyebab kasus virus corona (Covid-19) Indonesia menurun beberapa hari terakhir ini. Kementerian yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin itu masih menunggu analisa para ahli.

"Kita tunggu dulu analisa para ahli ya. Kita tentunya masih mengikuti perkembangan yang ada, apakah memang kasus menurun sebagai dampak dari PPKM atau memang pemeriksaan laboratorium yang menurun ya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (4/3).

Nadia menjelaskan sejauh ini pemerintah masih belum bisa memastikan kapan Indonesia mencapai puncak tertinggi kasus atau gelombang pertama pandemi di tengah kondisi penambahan kasus Covid-19 yang masih fluktuatif.


Juru Bicara Vaksinasi ini pun mengatakan perlu banyak melihat hasil studi dan statistika data perkembangan Covid-19 di Indonesia.

"Jadi kita lihat dalam rentang waktu yang lebih agak panjang untuk memastikan tren penurunan ini," ujarnya.

Hal berbeda dikatakan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Sebelumnya Budi menegaskan bahwa fenomena penurunan sebaran kasus Covid-19 di Indonesia yang terjadi dalam sepekan terakhir tidak disebabkan karena jumlah pemeriksaan yang juga ikut turun.

Budi menyebut penurunan kasus itu terjadi karena Indonesia baru saja melewati libur panjang. Ia juga mengatakan tren penurunan kasus Covid-19 serupa juga terjadi secara global.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri itu pun menjelaskan tren penurunan kasus di Indonesia itu juga dipengaruhi oleh PPKM Jawa-Bali dari yang biasa hingga mikro.

Bila diamati perkembangan kasus covid-19 di Indonesia masih fluktuatif. Dapat dilihat setelah penambahan kasus tertinggi pada 30 Januari lalu, penambahan kasus masih konsisten di atas 10 ribu hingga 7 Februari.

Kemudian 8-15 Februari penambahan kasus rata-rata berada 8.200 kasus. Sepanjang 23 Februari-3 Maret, rata-rata penambahan kasus sebesar 7.222 kasus per hari.

Sementara itu jumlah orang yang diperiksa dalam sepekan terakhir turun naik. Pada 25 Februari tercatat jumlah orang yang diperiksa sebanyak 50.019 orang, 26 Februari 39.766 orang, 27 Februari 31.394 orang,  28 Februari 21.229 orang, 1 Maret 18.940 orang, 2 Maret 29.990 orang, dan 3 Maret 47.582 orang.

(khr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK