Jelang Putusan MK, Denny Indrayana Doakan Petahana Gugur

CNN Indonesia | Jumat, 19/03/2021 08:08 WIB
Denny Indrayana berharap hakim memberikan keputusan yang adil. Kalaupun putusan hakim bukan diskualifikasi, melainkan PSU, dia memastikan siap bertarung lagi. Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana . (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Calon Gubernur Kalimantan Selatan, Denny Indrayana mendoakan calon petahana Sahbirin Noor didiskualifikasi. Hal itu ia sampaikan jelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pilkada Serentak 2020.

Denny mengatakan sepanjang persidangan pihaknya telah memaparkan berbagai kecurangan pada Pilkada. Ia berharap hakim memberi putusan yang adil.

"Doa kita diskualifikasi, tapi kalaupun putusannya PSU (pemungutan suara ulang), itu artinya KPU atau Paman Birin tetap kalah, dan kita dimenangkan di MK," kata Denny lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/3).


Denny pun menyatakan siap bertarung kembali jika hakim memutus pemungutan suara ulang. Ia memprediksi PSU akan digelar di Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kecamatan Binuang atau seluruh Kabupaten Tapin, serta Kabupaten Banjar.

Mantan kuasa hukum Prabowo-Sandi itu menyampaikan telah berjuang 1,5 tahun memenangkan Pilgub Kalsel. Denny berharap merengkuh kemenangan di ruang sidang hari ini.

"Kami sudah berjuang 1,5 tahun terakhir melawan arus deras oligarki koruptif yang merusak alam dan sendi-sendi kehidupan di sana, di mana demokrasi nyata-nyata berhadapan dengan duitokrasi," tandasnya.

"Hari ini, melalui putusan MK jam 14.00 WIB, akan terjawab ke mana arah perjuangan itu akan berujung," imbuh dia.

Sebelumnya, KPU Kalimantan Selatan menetapkan pasangan calon petahana, Sahburun-Muhidin, sebagai pemenang Pilgub Kalsel. Mereka meraih 851.822 suara atau 50,24 persen suara sah.

Sementara pasangan penantang, Denny Indrayana-Difriadi Derajat, kalah tipis. Mereka mengumpulkan 843.695 suara atau 49,76 persen.

Denny-Difri pun menggugat hasil tersebut ke MK. Mereka meminta MK mendiskualifikasi petahana karena melakukan sejumlah kecurangan, seperti politik uang.

(dhf/nma)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK