Polisi Periksa Pegawai KPK Curi Emas Barbuk Korupsi

CNN Indonesia | Kamis, 08/04/2021 15:17 WIB
Polisi menyatakan pegawai KPK berinisial IGAS yang terbukti mencuri barang bukti berupa emas seberat 1.900 gram sampai saat ini masih berstatus sebagai saksi. Markas KPK yang berada di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menyatakan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS yang terbukti mencuri barang bukti berupa emas seberat 1.900 gram sampai saat ini masih berstatus sebagai saksi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Jimmy Christian Samma mengatakan penyidik juga telah memeriksa IGAS terkait kasus pencurian ini.

"Sudah kita periksa. Statusnya masih saksi juga," kata Jimmy saat dihubungi, Kamis (8/4).


Jimmy menuturkan pihaknya masih menyelidiki kasus pencurian barang bukti yang dilakukan oleh pegawai lembaga antirasuah itu.

"Itu masih penyelidikan, barang buktinya masih di KPK," ucap Jimmy.

Dewan Pengawas KPK memecat pegawai berinisial IGAS karena terbukti mencuri barang bukti berupa emas seberat 1.900 gram.

Emas itu diketahui merupakan barang rampasan dari terpidana kasus korupsi mantan pejabat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

IGAS sendiri adalah anggota Satuan Petugas KPK yang memang memiliki ranah pekerjaan terhadap pengelolaan barang bukti hasil rampasan korupsi.

"Majelis memutuskan bahwa yang bersangkutan perlu dijatuhi hukuman berat yaitu memberhentikan dengan tidak hormat," ucap Ketua Majelis, Tumpak Hatorangan Panggabean dalam jumpa pers di kantornya, Kamis (8/4).

Dari pemeriksaan Dewas, kata Tumpak, IGAS melakukan aksi pencurian barang bukti emas itu karena terlilit utang. Tumpak juga menyebut sebagian emas sudah digadaikan.

Lebih lanjut, Tumpak juga menyebut bahwa kasus ini dibawa ke ranah pidana dan dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan

"Dan yang bersangkutan pun sudah diperiksa oleh penyidik Polres beserta juga beberapa saksi dari sini. Jadi, sidang kami tidak menghapuskan pidana, tidak. Pidana tetap jalan," tuturnya.

(dis/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK