Aburizal Bakrie Disuntik Vaksin Nusantara: Saya Pertama Kali

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 07:29 WIB
Aburizal Bakrie menyatakan telah disuntik vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Aburizal Bakrie menyatakan telah disuntik vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan telah disuntik vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Dalam sebuah video yang sudah dikonfirmasi, tampak pria yang akrab disapa Ical itu menunjukkan sebuah plastik transparan. Ia menyatakan telah disuntik menggunakan vaksin Nusantara.

"Ini vaksin Nusantara, saya pertama kali, Insyaallah berhasil," kata Aburizal dalam video tersebut.


Juru Bicara Aburizal Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa membenarkan bahwa mantan Ketua Umum Partai Golkar itu sudah menjalani vaksinasi menggunakan vaksin Nusantara.

"Iya benar, sekitar Minggu kemarin, di RSPAD [Gatot Subroto]," kata Mara kepada CNNIndonesia.com, semalam (13/4).

Mara mengatakan kemungkinan besar Aburizal disuntik vaksin Nusantara sebagai relawan.

Menurutnya, Aburizal percaya dengan kemampuan Terawan selama ini. Karena itu, Ical mendukung vaksin corona buatan anak bangsa sendiri.

"Ini kan sesuai dengan permintaan Bapak Presiden agar kita mencintai produk dalam negeri," kata Mara.

Mara juga mengatakan bahwa Aburizal mendukung pelbagai upaya yang dilakukan anak bangsa untuk membuat vaksin sendiri. Menurutnya, Aburizal bahkan mendoakan agar vaksin Nusantara bisa membawa kemaslahatan bagi bangsa ke depannya.

Sebelumnya, BPOM menyatakan vaksin Nusantara belum bisa lanjut ke tahap uji klinis fase II karena beberapa syarat belum terpenuhi, di antaranya Cara Uji Klinik yang Baik (Good Clinical Practical), Proof of Concept, Good Laboratory Practice dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (Good Manufacturing Practice).

Kepala BPOM Penny Lukito mengungkapkan pihaknya tidak pilih kasih terkait uji klinis vaksin apapun termasuk vaksin Nusantara.

Selain itu, BPOM menilai bahwa komponen yang digunakan kebanyakan impor, sehingga tidak sesuai dengan klaim vaksin karya anak bangsa.

"Bahwa ada komponen yang betul-betul komponen impor dan itu tidak murah. Plus ada satu lagi, pada saat pendalaman didapatkan antigen yang digunakan, tidak dalam kualitas mutu untuk masuk dalam tubuh manusia," kata Penny dalam rapat dengar dengan Komisi IX DPR RI yang disiarkan secara daring, Kamis (8/4).

(rzr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK