Reshuffle, Ngabalin Sebut Jokowi Akan Lantik Mendikbud-Ristek

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 10:46 WIB
Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi akan melantik Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) pada reshuffle kabinet. Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi akan melantik Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) pada reshuffle kabinet. (CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut Presiden Joko Widodo akan melantik menteri baru di posisi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) pada kocok ulang atau reshuffle kabinet.

Ngabalin juga menyampaikan akan ada menteri baru untuk jabatan Menteri Investasi. Menurutnya, menteri itu akan merangkap jabatan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Presiden Insyaallah akan melantik menteri baru Menteri Dikbud/Ristek, Menteri Investasi/Kepala BKPM," kata Ngabalin lewat akun Twitter @AliNgabalinNew, Rabu (14/4). Ngabalin telah mengizinkan cuitannya dikutip CNNIndonesia.com.


Ngabalin menjelaskan pelantikan dua nama menteri baru itu menyusul perubahan kementerian. Perubahan nomenklatur kementerian itu telah disepakati pemerintah dan DPR RI pekan lalu.

Meski begitu, Ngabalin mengaku belum tahu apakah dua menteri yang menjabat saat ini, Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia terimbas reshuffle kabinet. Dia mengatakan belum tahu siapa nama menteri yang akan dilantik dalam dua jabatan baru tersebut.

"Nomenklatur kementerian itu Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, orangnya kan kita belum tahu. Tapi pasti Presiden melantik Menteri Investasi/Kepala BKPM. Siapa orangnya? kita belum tahu," ucap Ngabalin saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Ngabalin menyampaikan reshuffle kabinet kemungkinan digelar pekan ini. Akan tetapi, ia tak tahu detail perombakan kabinet yang direncanakan Jokowi.

"Kalau pun ada menteri lain atau ada yang digeser sana, geser sini, menurut pasal 17 itu UUD Negara Republik Indonesia Tabun 1945, beliau memiliki kewenangan yang namanya hak prerogatif," ucapnya.

Sebelumnya, kabar reshuffle kabinet muncul ke publik setelah ada perubahan nomenklatur sejumlah kementerian. Perubahan itu berdasarkan persetujuan pemerintah dan DPR RI yang disahkan pada Jumat (9/4).

Dalam kesepakatan itu, Kemenristek akan dilebur ke dalam Kemendikbud. Selain itu, ada pembentukan lembaga negara baru bernama Kementerian Investasi.

Para pimpinan partai politik koalisi pemerintahan menyerahkan reshuffle sepenuhnya pada Jokowi. Namun, Sekjen Partai Nasdem Johnny G. Plate mendorong reshuffle dilakukan pekan ini.

"Tentu perlu dilakukan reshuffle kabinet, baik terbatas atau bahkan bisa lebih luas. Untuk kepastian jalannya pemerintahan, maka lebih cepat akan lebih baik," tulis Johnny dalan pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (13/4).

(dhf/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK