Polri: 31 Terduga Teroris Ditangkap Usai Bom Makassar

CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 17:10 WIB
Densus 88 Antiteror Polri terus mengembangkan operasi untuk menangkap anggota jaringan para terduga teroris terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Densus 88 telah menangkap 31 orang terkait bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3). Ilustrasi (CNN Indonesia/ Damar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sampai saat ini telah menangkap 31 terduga teroris yang disinyalir terkait aksi bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Pasca bom bunuh diri di Gereja Katedral, Densus mengamankan 31 tersangka teroris di Makassar dan sekitarnya," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (14/4).

Ahmad mengatakan para terduga teroris yang ditangkap itu tergabung dalam kelompok kajian villa mutiara. Mereka pun terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).


"Jadi, kelompok villa mutiara yang ikut merencanakan dan ikut dalam kelompok JAD tersebut. Satu kelompok ya," ujarnya.

Ahmad menyebut Densus 88 melakukan penindakan dan penegakan hukum serta pengembangan terhadap jaringan-jaringan yang terlibat dalam bom bunuh diri itu. Terakhir, kepolisian menangkap total tujuh tersangka teroris, Selasa (13/4) kemarin.

Sebelumnya, sepasang suami istri berinisial L dan YSF melakukan bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Minggu (28/3) lalu. Selang tiga hari kemudian, Mabes Polri turut diserang oleh terduga teroris menggunakan pistol Air Gun.

Densus 88 lantas mengamankan terduga teroris berinisial W yang merupakan otak perakit bom.

Densus juga menangkap sejumlah rekan L dan YSF di kelompok tersebut. Beberapa orang itu diduga kuat memberi motivasi agar L dan YSF menjalankan aksinya.

Selain rangkaian operasi di Makassar, polisi juga menangkap sejumlah terduga teroris di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Terdapat 12 terduga teroris yang ditangkap dari operasi di Ibu Kota.

(mjo/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK