PPP Minta Lingkaran Istana Tak Dramatisasi Reshuffle Kabinet

CNN Indonesia | Kamis, 15/04/2021 00:10 WIB
Waketum PPP Arsul Sani meyakini tak ada orang yang tahu seputar reshuffle kabinet kecuali Presiden Jokowi. Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani meminta orang-orang di lingkaran Istana Kepresidenan tidak mendramatisasi wacana reshuffle atau perombakan kabinet. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani meminta orang-orang di lingkaran Istana Kepresidenan tidak mendramatisasi wacana reshuffle atau perombakan kabinet. Arsul meyakini tak ada orang yang tahu seputar reshuffle kabinet kecuali Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Hemat saya, ya sudahlah soal reshuffle ini jangan kemudian dijadikan spekulasi ya, termasuk katakan lah yang ada di lingkaran Istana juga enggak usah seolah-olah peristiwa reshuffle itu adalah sesuatu yang pas untuk didramatisasi," kata Arsul kepada wartawan di Kantor DPP PKS, Jakarta Selatan pada Rabu (14/4).

Arsul juga memperkirakan Wakil Presiden Ma'ruf Amin belum diberitahu oleh Jokowi soal sosok-sosok atau pos kementerian yang akan dirombak. Berangkat dari itu, Arsul meminta wacana reshuffle kabinet dijadikan sebagai hal yang biasa saja.


"Ini jadikan hal yang biasa. Ibarat katakan lah tim sepak bola kalau pelatihnya belum bilang perlu ada yang ditarik keluar, ya kita sikapi hal yang biasa saja," ucapnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua MPR itu mengatakan bahwa PPP tidak mendapatkan penawaran kursi menteri baru di tengah wacana reshuffle kabinet yang bergulir saat ini. Ia pun meyakini komposisi perwakilan dari parpol di Kabinet Indonesia Maju tidak akan berubah jika Jokowi melakukan reshuffle.

"Tapi kalau reshuffle itu hanya akan Kemudian menggeser atau mengubah orang tapi bukan mengubah komposisi katakanlah dari parpol lebih banyak atau parpol lebih sedikit, enggak ada," ujarnya.

Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi akan melantik menteri baru di posisi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek).

Ngabalin juga menyampaikan akan ada menteri baru untuk jabatan Menteri Investasi. Menurutnya, menteri itu akan merangkap jabatan di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Presiden Insyaallah akan melantik menteri baru Menteri Dikbud/Ristek, Menteri Investasi/Kepala BKPM," kata Ngabalin lewat akun Twitter @AliNgabalinNew, Rabu (14/4). Ngabalin telah mengizinkan cuitannya dikutip CNNIndonesia.com.

Ngabalin menjelaskan pelantikan dua nama menteri baru itu menyusul perubahan kementerian. Perubahan nomenklatur kementerian itu telah disepakati pemerintah dan DPR pekan lalu.

Meski begitu, Ngabalin mengaku belum tahu apakah dua menteri yang menjabat saat ini, Nadiem Makarim dan Bahlil Lahadalia terimbas reshuffle kabinet.

(mts/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK