Sultan Tak Larang Warga Yogya Mudik Sebelum 6 Mei 2021

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 03:14 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan tak melarang warganya untuk mudik sebelum larangan diberlakukan pada 6 sampai 17 Mei 2021. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tak melarang warganya mudik ke kampung halaman sebelum 6 Mei 2021. (CNN Indonesia/ Tunggul)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X tak melarang warganya yang berada di luar DIY untuk mudik sebelum 6 Mei 2021.

Sultan meyakini banyak warga DIY yang pulang kampung sebelum memasuki masa larangan mudik atau selama 6-17 Mei 2021.

"Ya sudah, asal bisa memenuhi 5M ya enggak ada masalah. Yang orang Jogja (DIY) sendiri kan dibebaskan untuk bisa pergi (sebelum 6-17 Mei)," kata Sultan di Playen, Gunungkidul, DIY, Senin (19/4).


Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang terdiri dari 5M meliputi wajib mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Sultan tetap meminta masyarakat Yogya saling mengingatkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Menurutnya, gerakan Jaga Warga yang dimotori warga di RT, RW, pedukuhan, maupun kelurahan bisa mengawasi kepatuhan 5M.

"Mungkin masyarakat lebih nyaman kalau yang mengingatkan pakai masker dan sebagainya itu temannya sendiri (Jaga Warga)," ujarnya.

Lebih lanjut, Sultan percaya operasi pemeriksaan pengguna kendaraan pribadi di titik perbatasan atau lokasi lain mampu menyaring para pendatang yang memang tak mengantongi syarat perjalanan luar daerah.

Pemerintah telah resmi melarang mudik lebaran selama 6-17 Mei 2021. Pemerintah juga mengimbau masyarakat tak melakukan perjalanan pulang kampung sebelum 6 Mei. Seluruh moda transportasi selama larangan mudik juga disetop.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono mengatakan pihaknya tidak merekomendasikan masyarakat melakukan mudik sebelum 6 Mei.

"Pada hakekatnya, sebelum tanggal 6 (Mei) tidak direkomendasikan untuk mudik mendahului," kata Istiono saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (16/4).

Istiono mengungkapkan aparat akan berjaga 24 jam untuk memastikan tidak ada pihak yang lolos dari pos penyekatan saat larangan mudik berlaku, 6-17 Mei 2021.

"Kami pastikan tidak ada yang bisa lolos. Anggota berjaga 24 jam, ada 3 shift," ujar Istiono.

Selain itu, kepolisian juga akan menggunakan masa operasi keselamatan yang telah digelar sejak 12 hingga 25 April 2021 untuk membuat masyarakat tak mudik lebaran.

(kum/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK