KSAD: Prajurit Pembelot ke KKB Bawa Kabur 70 Amunisi

CNN Indonesia | Selasa, 20/04/2021 12:47 WIB
KSAD Jenderal Andika Perkasa mengatakan prajurit TNI yang membelot ke KKB di Papua itu tak membawa senjata, kecuali magasin,  saat kabur dari pos, Ilustrasi peluru. (ArmyAmber/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyebut oknum anggota TNI yang membelot dan bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) membawa 70 butir amunisi beserta magasin saat kabur dari posnya Februari lalu.

Namun selain itu, kata Andika, oknum prajurit ini tak membawa apapun. Termasuk senjata api yang dia pegang sehari-hari pun dia tinggal di posnya.

"Senjata dia tinggal, tetapi dua magasin dengan isi 70 butir amunisi 5,56 millimeter. Itu yang dibawa," kata Andika di Puspom AD, Jakarta Selatan, Selasa (20/4).


Dia sendiri menyebut hal ini telah menjadi evaluasi bagi pihaknya. Apalagi prajurit tersebut juga tergolong masih muda, dan baru masuk ke kesatuan TNI pada 2015 lalu.

"Dia usia 24 tahun, lahir dan besar di Wamena, dan ditempatkan setelah bertugas di salah satu batalyon infanteri di Jawa Tengah," kata dia.

Dia pun menyebut hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap oknum prajurit tersebut. Beberapa pasal pun telah dikenakan terhadap dia. Salah satunya kata Andika yakni THTI atau tidak hadir tanpa izin.

"Nah setelah 30 hari kita sudah bisa memecat yang bersangkutan. Tetapi pencarian ke yang bersangkutan terus dilakukan baik secara fisik maupun elektronik. Dan saya dapat laporan keberadaan tapi masih secara umum ada di Papua," katanya.

Sebelumnya, satu orang anggota TNI yang bertugas di Papua membelot dan bergabung dengan OPM. Prajurit ini diketahui kabur dari pos jaganya pada 12 Februari 2021 lalu.

Oknum TNI ini pun saat ini telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

(tst/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK