Penyidik Kepolisian di KPK Diduga Peras Walkot Tanjungbalai

CNN Indonesia | Rabu, 21/04/2021 15:56 WIB
Sumber CNNIndonesia.com menyatakan penyidik tersebut kini tak diketahui keberadaannya. Dia diduga memeras wali kota Tanjungbalai hingga Rp1,5 miliar. Penyidik dari unsur kepolisian di KPK diduga memeras Walkot Tanjung Balai sebesar Rp1,5 miliar dengan iming-iming penghentian kasus (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang penyidik dari unsur kepolisian di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga melakukan pemerasan terhadap Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, M. Syahrial.

Menurut sumber internal KPK, upaya itu dilakukan dengan iming-iming kasus yang diduga menjerat Syahrial dapat dihentikan.

"Memang sudah ramai dari kemarin sore di grup-grup WA pegawai KPK mengenai berita itu, mereka terkejut dan tidak menyangka berani meras wali kota sampai Rp1,5 miliar," ujar sumber tersebut kepada CNNIndonesia.com, Rabu (21/4).


Kata dia, penyidik yang diduga melakukan pemerasan tersebut tidak diketahui keberadaannya sampai saat ini. Ia mengatakan KPK masih mencari keberadaannya.

"Pegawai KPK berharap Dewas [Dewan Pengawas] KPK aktif, jangan hanya berani ke pegawai tetap kaya IGAS yang nyuri emas," pungkasnya. IGAS merupakan pegawai KPK yang diberhentikan secara tidak hormat oleh Dewas KPK karena terbukti mencuri barang bukti emas seberat 1.900 gram.

Dihubungi terpisah, Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean, mengaku pihaknya sudah mendengar informasi terkait dugaan pemerasan tersebut.

"Ya, sudah [mendengar], akan ditangani KPK. Kita baru terima informasi lisan, belum resmi. Tentu secara etik akan kita periksa," kata Tumpak kepada CNNIndonesia.com melalui pesan tertulis.

CNNIndonesia.com sudah berupaya menghubungi Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, untuk mengonfirmasi terkait hal tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis belum diperoleh jawaban.

Sebelumnya, tim penyidik KPK menggeledah rumah dinas Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, M. Syahrial, yang beralamat di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Selasa (20/4).

Upaya tersebut berkaitan dengan kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji perihal lelang/mutasi jabatan di Pemerintah Kota Tanjungbalai.

(ryn/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK