Hari Buruh di Makassar Diwarnai Aksi Bakar Ban

CNN Indonesia | Sabtu, 01/05/2021 15:11 WIB
Buruh Makassar menuntut pencabutan UU Ciptaker dan pembayaran THR dalam demo dalam perayaan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2021. Aksi bakar ban dalam demo buruh di Kota Makassar. (CNN Indonesia/Ilham)
Makassar, CNN Indonesia --

Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sejumlah organisasi buruh dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa dengan menyuarakan tuntutan mencabut Undang-undang Cipta Kerja hingga pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) sambil membakar ban bekas, Sabtu (1/5).

Aksi unjuk rasa ini terjadi di beberapa tempat seperti di perempatan Jalan AP Pettarani -Jalan Urip Sumohardjo, batas kota Makassar - Kabupaten Gowa, sehingga pihak kepolisian pun telah melakukan rekayasa arus lalu lintas dengan menutup sekitar lokasi demonstrasi.

Dengan menggunakan alat pengeras suara dan kendaraan bak terbuka para buruh dan mahasiswa secara bergantian menyampaikan orasi. Aksi unjuk rasa dimulai pukul 10.00 wita hingga pukul 14.00 wita. Hingga kini aksi masih berlangsung dan diperkirakan pada sore nanti beberapa kelompok buruh lainnya akan melakukan aksi yang sama.


Buruh yang tergabung Aliansi Perjuangan Rakyat (ALPAR) menuntut pemerintah untuk mencabut Undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

"Cabut UU Cipta Kerja dan PP turunannya pasal 34, 45,36, 37. Sahkan UU Masyarakat adat. Tangkap dan adili pelaku eksploitasi UUD 1945 pasal 33 ayat 3 dan stop impor beras," tegas jendral lapangan aksi, Taufiq.

Sementara, dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menuntut hentikan pemutusan kerja secara sepihak terhadap para pekerja atau buruh dengan alasan masa pandemi.

"Stop PHK sepihak pada pekerja atau buruh di masa pandemi. Bayarkan THR penuh pada pekerja atau buruh sesuai edaran Menaker RI," kata koordinator lapangan aksi, Abdul Muis.

Sedangkan, pihak keamanan dari Polrestabes Makassar telah menyiagakan ribuan personelnya dibeberapa tempat yang akan dijadikan sebagai lokasi peringatan Hari Buruh Internasional.

"Jumlahnya kita kerahkan untuk Polrestabes Makassar saja itu ada sekitar 1500 personel kita siagakan. Belum lagi dari tambahan dari Polda Sulsel," kata Kepala Bagian Operasi Polrestabes Makassar, Kompol Nugraha Pamungkas kepada CNNIndonesia.com

Hingga kondisi di lokasi peringatan Hari Buruh Internasional yang diperingati para buruh dan mahasiswa Makassar masih berjalan kondusif.

Buruh Semarang Tak Turun ke Jalan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK