Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Kemenkes Kaji Kesiapan RS

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 23:53 WIB
Kesiapan rumah sakit, keadaan bahan medis dan tenaga perawat tengah dicek Kemenkes jelang libur panjang Idulfitri. Kemenkes mulai bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19 jelang libur panjang Idulfitri (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan tengah melakukan kajian untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia. Kesiapan rumah sakit, bahan medis dan lain-lain tengah dikaji.

"Saat ini kami sedang melakukan kajian terkait kesiapan Rumah Sakit, termasuk terkait ketersediaan oksigen, bahan medis habis pakai, dan pengobatan lainnya, ventilator, serta juga SDM-nya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers, Selasa (4/5).

Upaya itu dilakukan mengingat banyak negara yang sudah mengalami gelombang kedua hingga ketiga penularan virus corona.


Selain itu, Indonesia pun saat ini tengah dihadapkan pada libur panjang Idulfitri 1442 Hijriah. Ditambah, mutasi virus corona mulai teridentifikasi keberadaannya di tanah air.

Mengenai tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit, Nadia menyebut saat ini rata-rata BOR secara nasional berada di angka 35 persen. Mulai ada peningkatan BOR RS di 16 provinsi Indonesia.

Peningkatan BOR itu terjadi di Riau, Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Lampung, Papua, DI Yogyakarta, Sulawesi Tengah, Papua Barat, Maluku Utara, Sumatera Selatan, maluku, Sulawesi Tenggara, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Ini harus diwaspadai, walaupun peningkatan kasus konfirmasi tidak meningkat, tetapi keterisian BOR RS ini meningkat, tentunya ini alarm untuk kita semua," jelas Nadia.

Nadia meminta warga turut bersinergi dengan pemerintah mencegah lonjakan kasus Covid-19 terjadi di Indonesia. Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes itu meminta warga berkaca pada pengalaman lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia pada Desember 2020-Januari 2021 lalu.

Bila berkaca pada kasus-kasus pada tahun lalu libur panjang rata-rata menyumbang kenaikan kasus nasional Covid-19.

Tercatat, penambahan jumlah kasus positif Covid-19, baik secara harian maupun kumulatif mingguan, melonjak hingga 93 persen sejak libur Idul fitri 22-25 Mei 2020. Lonjakan kasus itu terlihat dalam rentang waktu 10-14 hari kemudian.

Hal serupa juga terjadi pada libur panjang Agustus 2020 lalu. Penambahan jumlah kasus positif Covid-19, baik secara harian maupun kumulatif mingguan, melonjak hingga 119 persen sejak libur panjang 20-23 Agustus 2020.

Ada pula, libur panjang 28 Oktober-1 November 2020 terjadi peningkatan kasus harian Covid-19 hingga 95 persen. Dan terakhir, pada 24 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021, terjadi lagi peningkatan hingga 78 persen.

"Kita mendorong, kita mencegah terjadinya lonjakan kasus ini sebelum tentunya kita mengalami kondisi peningkatan kasus yang sangat eksponensial," kata Nadia.

(khr/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK