Kemenkes Telusuri Muasal Nakes WNI Bawa Corona India B1617

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 14:28 WIB
Kemenkes menelusuri asal mutasi corona India B1617 yang menjangkiti WNI berprofesi tenaga kesehatan, apalagi termasuk transmisi lokal atau imported case. Ilustrasi tenaga kesehatan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih menelusuri muasal kasus mutasi virus corona B1617 yang menjangkiti Warga Negara Indonesia (WNI). Kasus ini merupakan satu dari total dua kasus B1617 yang teridentifikasi di Indonesia

Karena itu Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyatakan belum dapat dipastikan apakah varian corona asal India tersebut berasal dari transmisi lokal atau imported case.

Menurut dia, masih perlu banyak bukti dan hasil analisa data untuk menyimpulkan hal tersebut. Apalagi mengingat, kata Nadia, WNI yang terinfeksi corona B1617 merupakan tenaga kesehatan.


"Memang beliau adalah tenaga kesehatan ya, yang banyak berhubungan dengan pasien-pasien yang merupakan WNA," tutur Nadia dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (4/5).

Tapi di sisi lain, Nadia mengungkapkan, dari pelacakan kontak kasus mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 juga ditemukan klaster keluarga.

Suami dan anak dari WNI Nakes berusia 32 tahun itu juga diketahui positif terinfeksi Covid-19. Pengambilan sampel nasofaring dan orofaring WNI yang terinfeksi varian corona asal India tersebut dilakukan pada 3 April 2021 lalu.

"Saat ini WNI B1617 saat ini sakitnya saat positif di awal April dengan kondisinya sekarang tidak ada gejala berat, jadi hanya melakukan isolasi mandiri. Saat ini sudah sehat, sudah negatif, kemudian memang ini adalah klaster keluarga," terang Nadia.

Kedua fakta awal itu yang membuat tim Kemenkes merasa masih perlu melacak ulang sebelum menentukan kesimpulan mutasi corona B1617 ini merupakan imported case ataukah transmisi lokal.

Lebih lanjut, Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes itu juga memastikan saat ini aktivitas penelusuran kontak alias contact tracing masif dilakukan ke warga yang diketahui memiliki riwayat kontak dengan keluarga WNI nakes tersebut.

Nadia menambahkan Warga Negara Asing (WNA) juga tercatat menjadi kontak erat dari kasus B1617 ini.

"Sedang kami lakukan pelacakan kasus, kurang lebih ada 20-25 kasus kontak yang berhubungan dengan kasus positif B1617," kata dia.

Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik saat melakukan Konfrensi Pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta mengenai data Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia, Rabu (11/3).Siti Nadia Tarmizi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan. (CNN Indonesia/Nadhen Ivan)

Nadia sebelumnya mengonfirmasi Indonesia telah mengidentifikasi mutasi virus SARS-CoV-2 varian B1617 asal India yang dinilai bermutasi ganda. Temuan itu didapatkan secara berkala melalui metode pencarian strain baru virus corona Whole Genome Sequence (WGS).

Dari data GISAID, dua kasus tersebut diketahui berasal dari WNI perempuan berusia 32 tahun yang merupakan tenaga kesehatan dan WNA asal India, perempuan berusia 38 tahun. Tercatat, pengambilan sampel nasofaring dan orofaring kedua orang tersebut dilakukan pada 3 April dan 22 April 2021.

Sementara kini, Warga Negara India itu tengah menjalani masa pemulihan dan isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Infografis Jejak Setahun Virus Corona Menginfeksi DuniaInfografis Jejak Setahun Virus Corona Menginfeksi Dunia. (CNNIndonesia/Basith Subastian)

(khr/nma)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK