Kemenkes Waspada Varian Corona Baru Picu Peningkatan Kematian

CNN Indonesia | Selasa, 04/05/2021 18:17 WIB
Kemenkes mengingatkan potensi varian baru virus corona yang muncul meningkatkan potensi keparahan penyakit, dan berdampak pada angka kematian yang naik. Ilustrasi penanganan pasien corona. (AP/Andre Penner)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi khawatir datangnya mutasi virus SARS-CoV-2 dengan berbagai macam varian di Indonesia bisa menyebabkan jumlah kematian akibat terinfeksi virus corona meningkat.

Kekhawatiran Nadia muncul lantaran Indonesia saat ini sudah mengidentifikasi dua varian yang menjadi 'variant of concern' oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Temuan itu yakni 13 kasus varian B117 asal Inggris dan satu kasus varian B1351 asal Afrika Selatan.

"Ini kalau mutasi salah satu yang bisa timbul adalah meningkatkan tingkat keparahan penyakit. Walaupun memang harus kita lihat lebih lanjut, tetapi angka kematian yang terus meningkat tentunya menjadi kewaspadaan kita," kata Nadia dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Kesehatan RI, Selasa (4/5).


Dalam sepekan terakhir, sebaran kasus kematian warga akibat virus corona di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 3,7 persen. Kenaikan kasus itu terjadi usai tiga pekan sebelumnya penambahan kasus covid-19 mingguan mengalami penurunan.

Seiring dengan sepekan terakhir terjadi penurunan penambahan kasus positif covid-19 di Indonesia sebesar 2,1 persen. Sementara untuk kasus sembuh mengalami penurunan yang signifikan sebesar 17,1 persen.

"Kita stagnan, artinya kasus konfirmasi positif covid-19 tidak bergerak ke arah turun, tetapi cenderung mendatar bahkan terjadi peningkatan. Kemudian kasus kematian minggu terakhir terus terjadi peningkatan," jelasnya.

Lebih lanjut, Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes itu pun menjelaskan bahwa mutasi virus SARS-CoV-2 B117 asal Inggris yang sudah terdeteksi di Indonesia dinilai memiliki tingkat penyebaran yang masif dan cepat. Sementara varian B1351 asal Afrika Selatan diduga mampu menurunkan efektivitas vaksin covid-19.

Sementara untuk varian India B1617 sampai saat ini masih belum bisa dipastikan tingkat penularan hingga fatal tidaknya pasien yang terinfeksi varian ini. Adapun varian India ini juga masih digolongkan sebagai Variant of Interest (VoI) oleh WHO.

"Untuk B1617, sampai saat ini masih digolongkan sebagai Variant of Interest. Ada beberapa jenis varian yang tergolong VoI ini setidaknya ada enam atau tujuh varian yang menjadi perhatian," pungkasnya.

Dengan temuan berbagai varian itu, maka terpantau sejauh ini sudah ada tujuh varian corona yang berhasil teridentifikasi di Indonesia, yakni varian D614G, B117, N439K, E484K, B1525, B1351, dan B1617.

(khr/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK