Sepi Terminal Pulo Gebang DKI di Hari Pertama Larangan Mudik

CNN Indonesia | Kamis, 06/05/2021 22:51 WIB
Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jaktim, yang masih boleh beroperasi tampak sepi pada hari pertama masa larangan mudik tampak sepi, Kamis (6/5). Suasana sepi di Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur, 6 Mei 2021. (CNN Indonesia/Syakirun Niam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Terminal Terpadu Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, yang jadi salah satu dari dua stasiun bus yang memperbolehkan pemberangkatan penumpang di masa larangan mudik lebaran 2021, baru memberangkatkan dua bus dan tujuh penumpang, per Kamis (6/5).

Ketatnya persyaratan calon penumpang diduga menjadi alasan minimnya jumlah penumpang itu.

Diketahui, Terminal Pulo Gebang dan Terminal Kalideres, Jakarta Barat, merupakan dua stasiun bus di DKI Jakarta yang boleh beroperasi untuk pemberangkatan kendaraan umum berstiker khusus di masa larangan mudik lebaran.


Saat CNNIndonesia.com tiba di terminal Pulo Gebang pada Kamis siang, suasana sepi sudah terlihat sejak dari tempat parkir motor terminal.

Area di sebelah parkiran tersebut juga kosong. Padahal biasanya, apalagi sehari sebelum larangan mudik berlaku, suasana di terminal ini begitu padat dipenuhi warga yang hendak memanfaatkan kesempatan terakhir mudik ke kampung halaman menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP).

Adapun pada Kamis ini, pemandangan sepi yang serupa juga tampak di zona A terminal, tempat puluhan kantor agen bus AKAP. Kebanyakan dari kantor tersebut tutup. Karyawan agen yang menawarkan jasa keberangkatan ke calon penumpang juga hanya beberapa gelintir saja hingga menjelang petang.

Salah satu karyawan agen bus PO Sinar Jaya yang melayani jurusan Jakarta ke berbagai daerah di pulau Jawa mengatakan penumpang bus pada masa larangan mudik ini jarang.

Sejak pagi hingga pukul 15.45 WIB, trayek bus tersebut baru mendapatkan empat penumpang.

"Dari pagi tadi cuma 4 orang," kata Agung saat ditemui di kantor agennya dalam area Terminal Terpadu Pulo Gebang.

Di ruang tunggu keberangkatan bus AKAP hanya terdapat beberapa penumpang. Salah satunya adalah Sherina, calon penumpang yang akan pergi ke Ungaran, Jawa Tengah.

Dia yang di Jakarta ini tinggal di Sunter bermaksud ke Jateng pada masa larangan mudik karena keadaan terdesak, karena salah satu kakaknya sedang dirawat di rumah sakit.

"Cuci darah," kata Sherina.

Sherina telah mengantongi surat pengantar dari RT, RW, dan SIKM dari kelurahan tempat ia tinggal.

Pembuatan surat itu, kata Sherina, tidak sembarangan. Ketika di tingkat RT, Ketua RT melakukan telepon video dengan kakaknya yang sedang sakit.

"Enggak sembarangan ngasih surat. Langsung video call sama orang sono," jelas Sherina.

Infografis Titik Penyekatan Larangan Mudik di Jabodetabek newInfografis Titik Penyekatan Larangan Mudik di Jabodetabek. (Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)

Selain dokumen tersebut, Sherina membawa hasil tes swab Antigen. Ia lantas diarahkan ke check point terminal Pulo Gebang untuk melalui tahap verifikasi sebelum akhirnya bisa memesan tiket.

Kepala Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulo Gebang Bernard Octavianus Pasaribu mengatakan hingga pukul 15.50 WIB, baru dua bus AKAP yang diberangkatkan dari terminal ini.

Yakni, satu bus jurusan Pekalongan membawa empat penumpang. Satu bus lainnya jurusan Solo hanya membawa tiga penumpang.

"Baru dua bus dengan jumlah penumpang tujuh orang," kata Bernard saat ditemui di lantai keberangkatan terminal.

Bus-bus yang berangkat itu pun memiliki stiker khusus nonmudik yang hanya boleh digunakan calon penumpang dengan syarat-syarat tertentu.

Wajib Memenuhi Syarat Perjalanan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK