Warga Keluar Masuk Kota Tangerang Wajib Bawa SIKM

CNN Indonesia | Jumat, 07/05/2021 07:33 WIB
Pemerintah Kota Tangerang mengeluarkan aturan Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan selama masa larangan mudik. Aparat kepolisian melakukan penyekatan kendaraan dan pemeriksaan dokumen Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) mudik Lebaran 2021. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Tangerang  resmi mengeluarkan aturan terkait Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM). Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar atau masuk Kota Tangerang harus memiliki SIKM selama masa larangan mudik 6-17 Mei 2021.

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menyampaikan masyarakat pekerja sektor informal maupun non-pekerja wajib membawa SIKM. Surat tersebut harus dilengkapi dengan tanda tangan basah atau elektronik dari lurah domisili tempat tinggal pemohon serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

"Yang bisa ditandatangani oleh lurah hanya untuk keperluan yang sifatnya mendesak," kata Herman dalam keterangan resmi yang dilansir dari situs resmi Pemkot Tangerang, Jumat (7/5).


Herman mengatakan masa berlaku SIKM bagi masyarakat Kota Tangerang hanya untuk satu kali perjalanan selama masa larangan mudik.

Ada beberapa syarat bagi warga untuk mendapatkan SIKM dari lurah. Salah satunya untuk keperluan yang sifatnya mendesak, seperti keluarga yang sakit, meninggal, ibu hamil dan hanya boleh didampingi satu orang. Alasan persalinan hanya boleh didampingi dua orang.

"Yang bisa mengurus hanya beberapa kriteria masyarakat saja, sesuai dengan surat edaran Satgas Covid-19," ujar Herman.

Di sisi lain, Herman menyatakan hanya kendaraan golongan pelayanan distribusi logistik yang masih diperbolehkan melakukan perjalanan selama larangan mudik di Tangerang.

"Formatnya SIKM sudah dibuat dan langsung disosialisasikan ke lurah dan camat," kata dia.

Pemberlakuan SIKM di Kota Tangerang tersebut bertentangan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idulfitri 1442 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Aturan tersebut mengatur bahwa warga di wilayah Jabodetabek tetap dapat melakukan perjalanan mudik lokal. Sebab, daerah Jabodetabek termasuk dalam daftar wilayah aglomerasi atau daerah penyangga suatu kota atau kabupaten selama periode larangan mudik.

(rzr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK