Larangan Mudik, 4 Ribu Kendaraan Dihalau Masuk Yogyakarta

CNN Indonesia | Selasa, 11/05/2021 20:42 WIB
Satlantas Polres Sleman belum menemukan kendaraan mencurigakan yang dipakai menyelundupkan pemudik atau angkutan yang dimanfaatkan untuk layanan travel gelap. Sekitar 4 ribu lebih kendaraan dihalau masuk Yogyakarta per 11 Mei. Ilustrasi (CNN Indonesia/ Tunggul)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Sebanyak ribuan kendaraan dihalau masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama masa larangan mudik yang berlangsung sejak 6 Mei lalu. Ribuan kendaraan tersebut terjaring di dua pos pengamanan perbatasan Prambanan dan Tempel, Sleman.

Berdasarkan data Satlantas Polres Sleman per 11 Mei 2021 sore, tercatat ada 5.581 kendaraan yang diperiksa di Pos Prambanan akses Sleman-Klaten. Dari jumlah itu, sebanyak 2.734 di antaranya dihalau atau diminta putar balik.

Sementara di Pos Tempel akses Sleman-Magelang menjaring 2.149 kendaraan. Semua yang diminta putar balik bukan tergolong penerima dispensasi perjalanan luar daerah saat larangan mudik.


Kepala Pos Pengamanan (Pospam) Prambanan Iptu Haryanto menerangkan ribuan kendaraan yang diputar balik tersebut merupakan angkutan pribadi.

"Kalau bus yang kami periksa yang jurusan Jogja-Klaten saja," kata Haryanto saat dihubungi, Rabu (11/5).

Haryanto mengatakan saat diperiksa petugas para pengendara maupun penumpang dari kendaraan yang diputar balik tak satu pun mengaku dalam perjalanan mudik. Mereka mengaku hanya sekedar untuk jalan-jalan ke Yogyakarta.

"Tapi enggak ada ini (syarat perjalanan luar daerah) ya putar balik," ujarnya.

Lebih lanjut, Haryanto mengatakan pihaknya belum menemukan kendaraan mencurigakan yang dipakai menyelundupkan pemudik atau angkutan yang dimanfaatkan untuk layanan travel gelap.

Selain itu, tes antigen acak sejauh ini juga belum mendapati pengemudi atau penumpang positif virus corona (Covid-19).

"Hari ini 19 negatif semua, kemarin 20 negatif semua, sebelumnya 15 negatif. Belum ada yang positif sampai hari ini," katanya.

(kum/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK