Anyer-Carita Ditutup, Polisi Patroli dan Buat Pos Penyekatan

CNN Indonesia | Minggu, 16/05/2021 21:37 WIB
Polisi lakukan patroli dan membuat pos penyekatan terkait dengan instruksi Gubernur Banten untuk menutup lokasi wisata Pantai Anyer dan Carita. Ilustrasi. Polisi lakukan patroli dan membuat pos penyekatan terkait dengan instruksi Gubernur Banten untuk menutup lokasi wisata Pantai Anyer dan Carita. (ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN)
Serang, CNN Indonesia --

Polisi terus menghimbau masyarakat yang berwisata di Pantai Anyer maupun Carita, untuk segera meninggalkan lokasi wisata.

Selain itu, Petugas gabungan dari TNI, Polri dan Dishub juga berjaga di posko penyekatan dan pemeriksaan kendaraan wisatawan di Palima Kota Serang, Padarincang Kabupaten Serang dan pertigaan JLS Ciwandan Kota Cilegon.

Imbauan meninggalkan lokasi wisata dan penyekatan dilakukan setelah Gubernur Banten mengeluarkan instruksi penutupan lokasi wisata di kawasan itu hingga 30 Mei, Sabtu (15/5) malam.


"Yang sudah terlanjur masuk, karena kemarin bermalam, kita bantu check out kemudian kita keluarkan," kata Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Rudy Purnomo, di pertigaan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ciwandan, Kota Cilegon, Minggu (16/05).

Rudy memastikan hari ini seluruh objek wisata Banten, terutama Anyer-Carita tutup dan sepi dari pengunjung, untuk mencegah penyebaran virus Covid-19.

Dirlantas meminta masyarakat tidak berwisata terlebih dahulu, agar tidak terpapar maupun menjadi pembawa corona.

"Petugas sudah himbau ke tempat wisata dari Anyer sampai Carita, untuk keluar pada waktu jam chek out nya," terangnya.

Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Hariyono bersama petugas gabungan dari TNI hingga BPBD ikut serta mengajak masyarakat untuk meninggalkan objek wisata Pantai Sambolo, Anyer, karena sudah ditutup oleh Pemprov Banten.

Sigit mengatakan bahwa penutupan lokasi wisata karena Covid-19 masih menjadi pandemi di Indonesia. Sehingga harus menghindari kerumunan yang berpotensi menyebabkan penularan.

"Kami dari TNI Polri, menghimbau masyarakat untuk meninggalkan tempat ini, karena sudah ditutup. Lebih baik dirumah saja. Karena pandemi masih melanda Indonesia, mohon pengertiannya," kata Kapolres Cilegon, AKBP Sigit Hariyono, saat dikutip melalui instagram resmi Polres Cilegon, Minggu (16/05).

Pos penyekatan

Sementara itu di pos penyekatan, petugas yang berjaga memeriksa identitas pengendara yang melintas, tujuan bepergian ditanya, jika akan berwisata akan diputar balikkan. Kalau penduduk lokal dan pekerja, diperbolehkan melintas.

"Kita menindaklanjuti instruksi gubernur, tentang penutupan wisata, jadi kita melakukan penyekatan ataupun himbauan ke masyarakat yang nekat ke tempat wisata, kita lakukan dari Padarincang, Palima, kemudian di Parung, terakhir disini, di JLS. Jadi kita mensortir, yang mau ke daerah wisata akan kita putar balikkan," kata Dirlantas Polda Banten, Kombes Pol Rudy Purnomo, dilokasi, Minggu (16/05/2021).

Kemudian Gerbang Tol (GT) Cilegon Timur juga ditutup, untuk mengurangi kepadatan kendaraan yang akan berwisata. Masyarakat diarahkan keluar GT Cilegon Barat dan GT Merak.

Sejak pagi hingga berita ini ditulis, sudah dilakukan dua kali penutupan gerbang tol, masing-masing selama 1,5 jam.

"Hanya buka tutup di GT Ciltim, menyesuaikan kondisi kepadatan di arteri. Baru dua kali, selama 1,5 jam," kata Ka.Induk PJR Korlantas Polri Tol Tangerang-Merak (Tamer), AKP Denny Catur Wardhana, melalui pesan teks, Minggu (16/05).

Korlantas Polri ikut mensosialisasikan penutupan objek wisata Banten, melalui VMS dan pengeras suara. Banyak kendaraan yang memutar balik setelah mengetahui adanya penutupan destinasi wisata di Anyer maupun Carita.

"Kami ikut menghimbau dan memberikan informasi terkait tutupnya tempat wisata, sesuai instruksi gubernur. Kondisi lalu lintas di tol lancar, nihil hambatan," jelasnya.

(ynd/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK