Malioboro Lesu, Pantai Yogyakarta Ramai saat Libur Lebaran

kum, CNN Indonesia | Minggu, 16/05/2021 22:20 WIB
Kegiatan wisata di kawasan Malioboro sepi pengunjung selama musim libur Lebaran, namun pantai Yogyakarta dipadati pengunjung. Ilustrasi (Antara Foto/Hendra Nurdiyansyah)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut kawasan Malioboro yang biasanya menjadi primadona selama musim liburan, kali ini sepi kunjungan.

Bahkan, menurut Heroe, angkanya merosot drastis hingga hanya 500-700 per hari saja.

"Mulai ada kenaikan malam minggu ini, tapi juga masih belum tinggi. Masih kurang dari seribu per hari," kata Heroe dalam keterangannya, Minggu malam.


"Tentu sangat berbeda dengan data harian selama pandemi yang mencapai dua hingga tiga ribu per hari, dan di masa Sabtu-Minggu mencapai empat sampai lima ribu orang per hari," lanjutnya.

Menurut Heroe, jumlah kunjungan di kawasan Malioboro selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro mulai awal 2021 memang belum bisa menyamai angka kunjungan ketika masa pandemi di tahun 2020.

Pasalnya, selama masa PPKM mikro ini, kata Heroe, angka perjalanan luar kota sangat rendah. Otomatis membuat tingkat okupansi di hotel menurun.

"Termasuk di masa libur lebaran ini, sejumlah destinasi wisata dan hotel sangat rendah kunjungannya," imbuh Heroe.

Ditambah, sejak masa pengetatan dan peniadaan mudik per 22 April 2021 lalu sampai hari ini hanya ada 272 orang yang mudik ke Kota Yogyakarta.

"Hampir semua pelaku wisata di Kota Yogyakarta menyampaikan tentang lesunya industri wisata maupun transaksi di Malioboro dari PKL maupun pertokoan serta oleh-oleh," pungkas Heroe.

Pantai Ramai, banyak langgar prokes

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat ratusan pelanggaran protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 oleh para wisatawan selama musim libur Lebaran.

Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad menyebut, pihaknya mencatatkan total 878 pelanggaran sepanjang 13-15 Mei 2021. Pelanggaran-pelanggaran ini ditemukan jajarannya kala melakukan pengawasan di berbagai obyek wisata.

"Pelanggaran banyak tidak pakai masker," kata Noviar saat dikonfirmasi, Minggu (16/5).

Para pelanggar, lanjut Noviar, diberi sanksi berupa penyitaan KTP. Selanjutnya, yang bersangkutan diberi pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan agar tak mengulang perbuatan serupa.

"Masih ditemui wisatawan dari luar DIY. Kebanyakan dari Jateng," sebut Noviar.

Selama libur Lebaran, terdapat 328 personil Satpol PP DIY yang diterjunkan untuk melakukan penjagaan baik itu di wilayah perbatasan maupun di 37 lokasi wisata. Tersebar di Kabupaten Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul.

Diakui Noviar, mengawasi jalannya protokol kesehatan di destinasi pariwisata bukan persoalan mudah. Apalagi di tempat-tempat yang populer dikunjungi wisatawan.

Misal untuk lokasi wisata pantai, pihaknya cukup kesulitan mengawasi pengunjung agar menjaga jarak fisik atau tak membuat kerumunan.

"Di titik-titik tertentu bisa (menjaga jarak), kalau di titik yang padat contohnya di Pantai Glagah itu ramai lokasinya ya kerumunan susah dihindari. Terutama kerumunan dalam satu keluarga," pungkasnya.

(eks/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK