2 TNI Tewas Diserang OTK saat Berjaga di Bandara Yahukimo

CNN Indonesia | Selasa, 18/05/2021 21:24 WIB
2 prajurit dari Satgas Pamrahwan Yonif R 432 TNI tewas saat diserang oleh orang tak dikenal (OTK) di wilayah bandara, Kabupaten Yahukimo, Papua. 2 anggota TNI yang tewas diserang orang tak dikenal tengah berjaga di Bandara Yahukimo, Papua. Ilustrasi (Arsip Humas Polri)
Jakarta, CNN Indonesia --

TNI menyatakan dua prajurit dari Satgas Pamrahwan Yonif R 432 tewas saat diserang oleh orang tak dikenal (OTK) di wilayah bandara, Kabupaten Yahukimo, Papua.

"Pada tanggal 18 Mei 2021 telah terjadi penyerangan oleh OTK di Bandara Nol Goliat Dekai Yahukimo," kata Kapendam XVII/ Cenderawasih Letkol Reza Nur Patria kepada wartawan, Selasa (18/5).

Reza belum dapat merinci lebih lanjut terkait kronologi kejadian penyerangan itu. Ia hanya mengatakan bahwa korban berada di bandara untuk melakukan pengamanan pembangunan.


"Pengamanan pembangunan tanggul Bandara Yahukimo," ujarnya.

Dari informasi yang dihimpun, kedua korban tersebut merupakan Prada AYA dan Praka A. Pelaku menyerang dua tentara itu dan kemudian merampas senjata mereka.

Senjata yang diambil ialah jenis SS2 V1 kaliber 5,56 mm yang digunakan korban sebagai prajurit TNI.

Setelah peristiwa itu, personel gabungan TNI-Polri yang dipimpin oleh Kapolres Yahukimo AKBP Deni Herdiana menyisir dan memburu para pelaku. Korban juga telah dievakuasi.

Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom mengklaim pasukannya bertanggung jawab atas penyerangan terhadap dua anggota TNI. Ia mengatakan hal tersebut bagian dari perang melawan militer Indonesia.

"Panglima Kodap XVI Yahukimo Elkius Kobak dan komandan lapangan bertanggung jawab. ... Komnas TPNPB di bawah komando Panglima Tinggi Gen Goliath Tabuni dan komandan operasi Unimportant Mayjen Lekagak Telenggen bertanggung jawab," kata Sebby dalam pesan tertulis kepada CNNIndonesia.com.

"TPNPB butuh senjata. Jadi tujuan jelas, perang pembebasan nasional bangsa Papua harus bergerak. Maka bersiap harus berusaha dan cari jalan," tutur dia lagi.

(mjo/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK