Kemenkes Tunggu Kajian Pakai Vaksin Covid-19 untuk Anak

CNN Indonesia | Sabtu, 05/06/2021 20:55 WIB
Kemenkes mengatakan menunggu rekomendasi dari ITAGI dan IDAI terkait penggunaan vaksin Covid-19 terhadap masyarakat di bawah usia 18 tahun. Kementerian Kesehatan mengatakan menunggu rekomendasi dari Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait penggunaan vaksin Covid-19 terhadap masyarakat di bawah usia 18 tahun. Ilustrasi (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan menunggu rekomendasi dari Indonesia Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait penggunaan vaksin Covid-19 terhadap masyarakat di bawah usia 18 tahun.

Sementara ITAGI masih menunggu kajian lebih lanjut mengenai kemungkinan tersebut, meskipun China telah memberikan lampu hijau pada penggunaan vaksin Covid-19 buatan Sinovac untuk anak usia 3-17 tahun.

"Masih menunggu ITAGI dan IDAI," kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (5/6).


Nadia menjelaskan sesungguhnya tak ada kekhawatiran khusus mengenai penggunaan vaksin Covid-19 terhadap anak-anak. Hanya saja, penggunaan vaksin terhadap kelompok tertentu harus dipastikan keamanannya.

"Hanya karena belum selesai uji klinis tahap 3 dan studi keamanan vaksin pada anak," ujarnya.

Penjelasan serupa juga disampaikan Ketua ITAGI Sri Rezeki Hadinegoro. Ia mengatakan ITAGI masih menunggu publikasi ilmiah yang membuktikan keamanan vaksin Covid-19 untuk anak.

"Semua harus dibuktikan secara ilmiah untuk keamanan, pembentukan antibodi dan manfaatnya. Juga logistik harus dipersiapkan," tuturnya kepada CNNIndonesia.com.

Mengutip MIT Technology Review, uji coba vaksin Covid-19 terhadap anak sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa merek vaksin di dunia. Di antaranya vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna yang tengah melakukan uji klinis terhadap anak sejak awal tahun ini.

Namun, anak belum diprioritaskan mendapat vaksin Covid-19 karena dinilai proporsinya dalam kasus terkonfirmasi positif jauh lebih sedikit dibanding orang dewasa. Kalaupun terpapar, anak umumnya memiliki gejala ringan seperti batuk, demam, pilek dan sakit tenggorokan.

Sejumlah riset menunjukkan anak memiliki sistem kekebalan yang mampu menetralkan virus lebih cepat. Juga ada dugaan anak memiliki lebih sedikit reseptor ACE2 di sel yang melapisi saluran hidung. Reseptor itu merupakan pintu masuk covid-19 ke sel inang untuk menginfeksi tubuh.

Meski begitu, tetap ada komplikasi serius yang dapat dialami anak ketika terpapar Covid-19, yakni sindrom inflamasi multisistem atau MIS-C yang menyerang anak. Hanya saja kasus ini jarang terjadi.

Sementara itu, China telah menyetujui penggunaan darurat vaksin Covid-19 Sinovac Biotech pada anak atau remaja di kelompok usia 3-17 tahun.

Seperti dilansir Reuters, hasil awal dari uji klinis Fase I dan II menunjukkan vaksin Sinovac dapat memicu respons imun peserta uji berusia tiga hingga 17 tahun dan sebagian besar reaksinya bersifat ringan.

(fey/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK