Kemenkes: 29 Kematian Pascavaksinasi Tak Terkait Vaksin Covid

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 20:57 WIB
Jubir Vaksinasi Kemenkes menyebut sejauh ini ada 27 laporan kematian warga pascavaksinasi Sinovac, dan 3 laporan kematian setelah vaksinasi AstraZeneca. Ilustrasi. Proses pemulasaraan khusus terkait Covid-19. (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memastikan 29 laporan kematian warga pascavaksinasi tidak terkait dengan pemberian vaksin virus corona (Covid-19). Sementara satu kasus lainnya hingga saat ini masih dalam proses investigasi.

Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut sejauh ini terdapat 27 laporan kematian warga pascavaksinasi Sinovac, dan 3 laporan kematian setelah menerima suntikan dosis vaksin AstraZeneca.

"Laporan yang diduga kematian akibat pasca vaksinasi Sinovac, semua jelas bahwa tidak ada hubungan dengan vaksin. Yang AstraZeneca memang ada 3 kasus, yang pertama itu masih belum selesai hasil investigasi sampai autopsinya, tapi yang dua lainnya karena covid-19 dan radang di paru-parunya," kata Nadia dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube BINUSTV Channel, Jumat (11/6).


Untuk Sinovac, Nadia merinci dari 27 laporan kematian Sinovac ada 10 kasus kematian warga akibat covid-19, 14 lainnya akibat penyakit jantung yang dimilikinya, 2 kasus diabetes dan tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, dan 1 kasus lainnya gagal ginjal akut.

Dengan temuan itu, Nadia mengimbau agar sasaran vaksinasi terlebih dulu kontrol ke dokter apabila ragu akan komorbid alias penyakit penyerta yang mereka derita masing-masing. Terutama untuk vaksin AstraZeneca yang sempat menuai kontroversi karena kasus pembekuan darah, maka ia meminta agar warga dengan gejala tertentu berhati-hati.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun menurut Nadia sudah meminta kepada masyarakat Indonesia yang mendapat vaksin AstraZeneca dan mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dengan gejala khusus harus segera melaporkan diri ke dokter atau mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

BPOM merinci lima gejala tersebut yakni sesak nafas; nyeri dada; kaki membengkak; nyeri perut yang dirasakan terus-menerus; dan gejala neurologis seperti nyeri kepala berat, penglihatan kabur, atau mengalami skin bruising (petechia) yang meluas di sekitar tempat penyuntikan beberapa hari setelah mendapatkan vaksinasi.

"Perhimpunan dokter penyakit dalam sudah mengatakan bahwa AstraZeneca itu aman, kecuali ada orang-prang yang punya gejala sesak, kaki bawahnya bengkak, sakit kepala. Ini agar hati-hati pada kondisinya, kalau ragu periksa dulu," ungkapnya.

(khr/kid)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK