Bobby Tepis Satgas soal Zona Merah, Persoalkan Domisili Kasus

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 17:04 WIB
Walkot Medan Bobby Nasution mengatakan Satgas Covid-19 turut mendata pasien positif dari daerah lain yang tinggal di Medan. Wali Kota Medan Bobby Nasution membantah wilayahnya kini masuk kategori zona merah virus corona (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Medan, CNN Indonesia --

Wali Kota Medan Bobby Nasution membantah data Satgas Penanganan Covid-19 Sumatera Utara mengenai persebaran dan jumlah kasus virus corona di wilayahnya. Dia membantah Medan kini masuk kategori zona merah.

Menurut Bobby, Satgas Covid-19 Sumatera Utara mencatat warga positif virus corona tanpa melihat domisili dalam e-KTP. Padahal, tidak sedikit warga positif di Medan berasal dari daerah lain.

"Memang dari data yang disampaikan, kami menyampaikan data yang kami miliki. Data ini dari all record. Dari all record itu data kita sampaikan yang ber-KTP Medan, ternyata setelah kita cek domisilinya berbeda," kata Bobby, Jumat (11/6).


"Kadang ada KTP Medan, tapi tidak tinggal di situ. Ketika kita tracing ke lingkungan enggak ada lagi orangnya," sambungnya.

Bobby menyampaikan hal itu bukan dengan maksud menyalahkan Satgas Covid-19 Sumatera Utara. Dia hanya ingin meluruskan bahwa pasien positif virus corona di Medan ada pula yang berasal dari daerah lain.

"Jika kita lihat Sumatera Utara hanya dari KTP dan domisili, bukan menyalahkan provinsi bukan tapi data kami cek sampai ke tingkat lingkungan," ujarnya.

"Domisilinya bisa di A tapi KTP nya bukan di situ. Bahkan ada yang alamatnya di Medan tapi tinggal di luar kota Medan. Ini yang membuat datanya berbeda," lanjut dia.

Diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumatera Utara menyatakan Kota Medan kembali masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan Covid-19.

Begitu pula yang tercantum dalam situs covid19.go.id yang dikelola pemerintah pusat per 6 Juni. Kota Medan masuk kategori zona merah dengan tingkat risiko tinggi penularan virus corona.

(fnr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK