Pengacara: Habib Rizieq Rakyat, Jaksa Seharusnya Sopan

CNN Indonesia | Senin, 14/06/2021 19:43 WIB
Pengacara Rizieq Shihab menilai jaksa menggunakan kata-kata yang kasar dan tidak sopan terhadap kliennya dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Pengacara Rizieq Shihab tak rela kliennya disebut berkata kasar dan kurang sopan oleh jaksa dalam persidangan (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengacara terdakwa Rizieq Shihab, Aziz Yanuar menganggap kata-kata yang disampaikan jaksa penuntut umum (JPU) dalam sidang pembacaan replik terbilang kasar dan kurang sopan.

Hal itu ia sampaikan untuk merespons pernyataan jaksa yang menilai Rizieq kerap menggunakan kata-kata kasar dan emosional dalam pleidoi yang dibacakan pada pekan lalu dalam kasus penyebaran berita bohong hasil tes swab RS Ummi, Bogor.

"Jaksa menanggapinya dengan apa caranya baik? Apa kata-katanya juga baik? Tadi saya kalau itu juga bisa berpersepsi bahwa tanggapannya itu menurut kami kurang sopan, kurang baik," kata Aziz dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6).


Menurut Aziz, jaksa adalah aparatur negara yang dibiayai oleh masyarakat. Oleh karena itu, jaksa harus bersikap baik kepada terdakwa, yakni Rizieq Shihab, yang merupakan bagian dari rayat.

"Apalagi mereka ini aparatur negara, dibayar oleh rakyat. Kita rakyat, Habib rakyat, harusnya sikapnya baik. Menegurnya juga baik. Tadi menurut kami kata-kata juga kasar," kata jaksa.

Aziz mengklaim Rizieq tak pernah ingin membuat tersinggung siapa pun lewat pleidoinya. Termasuk jaksa. Akan tetapi, hal itu menjadi urusan jaksa bila merasa tersinggung dengan ucapan Rizieq.

"Jadi yang dimaksud Habib itu adalah hal-hal yang memang harus diucapkan secara tegas secara jelas," ujar Aziz.

Aziz juga menyoroti ucapan jaksa yang menilai Rizieq tak pantas menyandang status imam besar. Aziz menegaskan penilaian itu merupakan hak tiap-tiap individu. Ia menegaskan tak pernah memaksa seseorang untuk menganggap Rizieq sebagai imam besar.

Ia lantas mengklaim status imam besar diberikan oleh jutaan rakyat Indonesia pada Aksi 212 yang digelar beberapa tahun lalu.

"Itu adalah klaim jutaan rakyat Indonesia itu setahu saya. Waktu aksi 212 waktu itu sampai saat ini juga sepengetahuan saya," kata dia.

Sebelumnya, jaksa sempat mengkritik status imam besar yang melekat pada Rizieq Shihab. Jaksa menilai status hanya sekadar isapan jempol semata karena banyak kata-kata Rizieq yang dirasa kurang pantas saat membacakan pleidoi perkara penyebaran kabar bohong (hoaks) hasil tes swab Rumah Sakit Ummi, Bogor.

"Padahal status terdakwa sebagai guru, yang dituakan, tokoh, dan berilmu. Ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka," kata Jaksa.

"Tidak perlu mengajukan pembelaan dengan perkataan yang melanggar norma bangsa, dengan kata-kata yang tidak sehat yang mengedepankan emosional, apalagi menghujat," kata jaksa.

(rzr/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK