Buntut Konflik Lahan Pancoran Jaksel, 18 Orang Jadi Tersangka

CNN Indonesia | Selasa, 15/06/2021 17:33 WIB
Seorang ahli waris yang mempertahankan tanah di Pancoran, Jakarta Selatan, dijadikan tersangka bersama 17 orang lainnya. Aksi Forum Pancoran bersatu menolak penggusuran paksa yang dilakukan PT Pertamina Training Consulting. Merkea menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (21/4/2021). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sengketa lahan antara warga Gang Buntu II, Pancoran, Jakarta Selatan dengan PT Pertamina Training and Consulting (PTC) masih terus berlanjut.

Saat ini 18 orang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Salah satunya seorang warga bernama Siswanto.

"Betul, ada 18 orang sebagai tersangka, termasuk ahli waris," kata Siswanto kepada CNNIndonesia.com lewat pesan singkat, Selasa (15/6).


Namun, kata Siswanto, dari belasan tersangka itu hanya dirinya yang mendapat surat panggilan dari pihak kepolisian.

Siswanto dipanggil penyidik Polres Metro Jaksel dalam kapasitasnya sebagai tersangka pada Rabu (16/6) pukul 11.00 WIB.

Masih dalam surat panggilan itu, dijelaskan bahwa Siswanto bakal didengar keterangannya terkait tindak pidana memasuki perkarangan tanpa izin yang berhak dan atau penggelapan hak atas benda tidak bergerak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 167 KUHP dan atau Pasal 385 KUHP.

Siswanto menuturkan dirinya sempat diperiksa oleh penyidik sebelum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Ya, juga diperiksa berkali-kali sebagai saksi setelah peristiwa 17 Maret yang ramai itu, baru sekarang ditetapkan tersangka," ujarnya.

Terkait penetapannya sebagai tersangka, Siswanto mengaku heran. Sebab, menurutnya, dirinya telah menjaga lahan tersebut selama 50 tahun, namun malah ditetapkan sebagai tersangka.

"Sekarang kok dijadikan tersangka karena laporan dari Pertamina, seakan-akan saya menyerobot tanah mereka, selama 50 tahun ke mana saja Pertamina. Dan setahu saya tanah ini milik ahli waris kami, orang tua saya dan dilanjutkan ke saya sebagai penjaga tanah tersebut," tutur Siswanto.

Lebih lanjut, Siswanto memastikan dirinya bakal hadir memenuhi panggilan pemeriksaan di Polres Metro Jaksel.

"Ya, saya akan hadir berserta pengacara saya, jam 11," ujarnya.

CNNIndonesia.com sudah berupaya menghubungi Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Jimmy Christian Samma, namun belum mendapat tanggapan.

Sebelumnya, warga Gang Buntu II, Pancoran, Jakarta Selatan dengan PT Pertamina Training and Consulting (PTC) terlibat dalam konflik sengketa lahan.

Puncaknya, terjadi aksi penggusuran oleh pihak Pertamina pada 17 Maret lalu. Bahkan, dalam penggusuran itu sempat terjadi bentrokan.

Namun, pihak kepolisian menyatakan bahwa bentrokan itu disebabkan oleh massa lain di luar pihak yang bersengketa.

Kapolres Metro Jaksel Kombes Azis Andriansyah mengklaim ada sekelompok orang yang menunggangi isu sengketa lahan di kawasan tersebut dan memicu rusuh.

"Bukan pihak-pihak yang bersengketa namun ada pihak-pihak luar yang menunggangi masing-masing kelompok, baik dari pihak warga maupun dari pihak yang diduga dari pihak satunya juga mendatangkan massa dari luar orang yang bersengketa," tutur Azis kepada wartawan, Kamis (18/3).

(dis/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK