11 Kasus Corona Varian Delta Kembali Terdeteksi di Jatim

CNN Indonesia | Senin, 21/06/2021 20:13 WIB
Virus corona varian Delta kembali terdeteksi di Jawa Timur. Kini, total kasus corona asal India itu berjumlah 19 kasus di Jatim. Tenaga kesehatan melakukan tes antigen kepada warga saat penyekatan di akses masuk Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/6/2021). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya, CNN Indonesia --

Virus corona varian Delta kembali terdeteksi di Jawa Timur dengan tambahan 11 pasien. Kini, total kasus corona asal India itu berjumlah 19 kasus di Jatim.

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan 11 kasus mutasi baru itu terdeteksi dari proses whole genome sequencing (WGS) sampel warga yang terjaring penyekatan Suramadu dan pasien asal Bangkalan.

"Hasil sequencing yang di kami, khususnya kawan-kawan dari Bangkalan itu sekarang ada 19 (pasien)," kata Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, Senin (21/6).


Varian Delta ini, kata dia, telah mengalami transmisi lokal di daerah tersebut. Hal itu disinyalir bermula dari warga yang tiba setelah melakukan perjalanan dari luar negeri.

"Artinya transmisi lokal sudah terjadi," ucapnya.

Joni mengatakan dari ke-19 pasien itu, lima di antaranya diketahui dirawat di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya. Pasien lainnya dirawat di rumah sakit umum daerah dan rumah sakit swasta rujukan Covid-19.

Sementara itu, RSLI Surabaya yang merawat lima pasien Covid-19 mutasi B16172 menyatakan bahwa dua orang pasien di antaranya telah dinyatakan negatif Covid-19 alias sembuh

Penanggungjawab RSLI dr I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara mengatakan dua pasien yang terkonfirmasi Covid-19 asal India tersebut telah diperkenankan pulang pada Senin (21/6).

"Hari ini ada 33 pasien yang diwisuda periode ke-359, yang terdiri dari 2 orang PMI, 7 umum dan 24 orang dari klaster Bangkalan, di mana dua orang di antaranya adalah pasien yang kemarin terkonfirmasi varian baru Delta," kata Nalendra, Senin (21/6).

Dengan sembuhnya dua orang tersebut, dr Nalendra menuturkan Covid-19 varian baru ini bisa ditangani dan dapat disembuhkan. Masyarakat pun diimbau tak perlu takut.

Meski demikian, masyarakat juga diminta tetap waspada dengan varian Covid-19 lainnya, yang dianggap lebih cepat menular dan menyebar apabila tidak segera mendapatkan penanganan.

"Tetap disiplin protokol kesehatan 6M, karena itu adalah langkah yang harus dijalankan selama pandemi belum berakhir," ucapnya.

Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Radian Jadid menambahkan, per Senin (21/6), ada 341 orang yang dirawat di RSL Kogabwilhan II. Jumlah tersebut terdiri dari 58 PMI, 204 orang dari klaster Penyekatan Suramadu 204 dan 79 pasien umum.

"Daya tampung RSLI sendiri ada 410 bed, sekarang terisi 341 pasien. Masih ada space 69 bed, dengan jumlah inden 65 calon pasien akan masuk," ujarnya.

Infografis - 4 Varian Corona Ancam DuniaInfografis 4 Varian Corona Ancam Dunia. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani)
(frd/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK