Camat Tegur Penjual Hewan Kurban di Trotoar DKI: Bisa Pidana

CNN Indonesia | Rabu, 14/07/2021 21:27 WIB
Camat Johar Baru melayangkan surat teguran kepada pedagang hewan kurban di atas trotoar. Polisi bisa menindak pelanggaran pidana. Ilustrasi pedagang hewan kurban di trotoar. (CNN Indonesia/Djonet Sugiarto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Daerah Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, melayangkan surat teguran kepada para pedagang yang membuka lapak penjualan hewan kurban di atas trotoar. Polisi disebut bisa menindaknya sebagai pelanggaran pidana.

Camat Johar Baru Nurhelmi Savitri mengatakan teguran tersebut diberikan agar para pedagang dapat membongkar lapaknya dan memindahkan hewan dagangan tersebut.

"Sudah diberikan teguran. Kemarin kan ada [pedagang hewan] yang kecil-kecil (kambing), nah baru tadi malam kalau enggak salah, yang gede-gede (sapi) datang, sapi. Jadi hari ini Lurah sudah menegur sama tiga pilar," kata Nurhelmi saat dihubungi, Rabu (14/7).


Dia mengatakan lapak tersebut menghalangi aktivitas warga sekitar lantaran dibuka di atas trotoar. Selain itu, lapak juga berpotensi menimbulkan kerumunan massa.

Menurutnya, hal tersebut perlu ditindak oleh aparat yang berwenang sehingga tak terjadi kerumunan. Pasalnya, Jakarta tengah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

"Kalau enggak mempan (surat teguran) juga tingkat kecamatan saya kerja sama dengan Kapolsek, itu kan pelanggaran bisa pidana," ucap dia.

Dalam hal ini, Nurhelmi menyatakan pihaknya masih akan melakukan pemantauan terhadap lokasi sekitar.

Menurutnya, sudah ada beberapa penjual hewan kurban yang mengindahkan teguran tersebut. Jika dibandingkan tahun lalu, kata Nurhelmi, jumlah pedagang saat ini semakin berkurang.

Hanya saja, dia mengamini masih ada pedagang yang abai dengan aturan tersebut. Mereka terkadang membawa hewan kurban pada malam hari sehingga tak terlacak oleh petugas.

"Kami meminta agar tukangnya membawa hewan dagangannya itu. Kalau penertiban kaki lima seperti lapak bisa kami angkat nanti tanggal 20 (setelah PPKM) kami balikin, tapi kalau hewan seperti itu mau bagaimana," jelasnya.

(mjo/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK