RK Tak Sanggup Beri Bansos ke Warga, Uang Jabar Habis Rp5 T

CNN Indonesia
Kamis, 15 Jul 2021 10:30 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan pihaknya saat ini hanya mengandalkan bantuan pemerintah pusat untuk menyalurkan bansos Covid-19 kepada warganya. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya tak sanggup memberikan bansos ke warga selama PPKM Darurat. (Muchlis - Biro Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya tak sanggup untuk memberikan bantuan sosial (bansos) kepada warga selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Ia mengklaim pihaknya telah kehilangan Rp5 triliun.

Namun, pria dengan sapaan Emil itu tidak menjelaskan atau merinci uang sebesar Rp5 triliun itu digunakan untuk apa saja.

"Saya kira sebagian masuk ke saya, curhat, 'Pak, kami mau taat tapi kami tolong dijamin.' Bansos yang untuk PPKM Darurat ini datang dari pemerintah pusat. Terus terang Jawa Barat tidak terlalu sanggup karena kami hilang Rp5 triliun," kata Emil dalam Mata Najwa yang ditayangkan Trans7, Rabu (14/7) malam.

Emil mengatakan awalnya ia sudah mengalokasikan Rp3 triliun untuk bansos selama PPKM Darurat. Namun, setelah Rp5 triliun itu hilang, anggaran untuk bansos pun tak ada.

Mantan wali kota Bandung itu mengaku saat ini pihaknya bertumpu dari bantuan pemerintah pusat. Namun, kata Emil, bansos yang disiapkan pemerintah pusat untuk tak sebanyak yang dianggarkan Pemprov Jabar pada 2020 lalu.

"Yang dijamin pemerintah pusat juga tidak banyak hanya sekitar 4,5 juta kepala keluarga. Dulu waktu tahun 2020 hampir sekitar 60 persen dari 50 juta, yang kami berikan bansos," ujarnya.

Terkait itu, Emil tak mengelak dengan kondisi sulit yang dihadapi oleh warganya. Ia berharap kasus Covid-19 segera melandai agar PPKM darurat cepat selesai agar warganya bisa kembali beraktivitas seperti biasa dan bekerja.

"Kalau hanya 4-5 juta hanya 10 persen. Itulah kenapa kami memahami kesulitan keuangan ini dan berharap yuk mari kita taat, mari kita disiplin supaya PPKM Darurat tidak diperpanjang," ujarnya.

Diketahui, Jawa Barat menjadi salah satu daerah dengan penyumbang tertinggi pertambahan kasus Covid-19 di Indonesia.

Data Satuan Tugas (satgas) per Rabu (14/7) mencatat sebanyak 7.192 orang dinyatakan positif Covid-19. Sementara, pasien sembuh bertambah 4.170 dan kasus kematian 144 orang.

Total kasus positif Covid-19 di Jabar mencapai 477.585 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 368.941 orang dinyatakan sembuh, 6.902 meninggal dunia, dan sisanya masih dalam perawatan maupun isolasi mandiri.

(yla/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER