Jalanan PPKM Solo Dipakai Olahraga, Toron Madura Menurun

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 04:55 WIB
Penutupan jalan di masa PPKM darurat di Jateng dimanfaatkan warga untuk berolahraga yang justru memicu kerumunan. Ilustrasi olahraga di jalanan. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Surabaya, CNN Indonesia --

Ruas jalan yang ditutup di Jawa Tengah, termasuk di Kota Solo, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat disebut banyak disalahgunakan oleh masyarakat untuk berolahraga yang menimbulkan kerumunan.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol. Iqbal Alqudusy meminta masyarakat untuk tidak memanfaatkan ruas jalan yang ditutup sebagai sarana untuk berolahraga.

"Tujuan penutupan ruas jalan ini untuk membatasi mobilitas masyarakat, bukan justru digunakan untuk berolahraga yang justru berpotensi menimbulkan kerumunan," katanya, dalam siaran pers, dikutip dari Antara, Rabu (21/7).


Dia menyebut salah satu pelanggaran tersebut terjadi di Kota Solo. Menurutnya, banyak warga yang memanfaatkan penutupan Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo, untuk berolahraga.

Padahal, lanjut dia, pemerintah daerah setempat sudah meniadakan hari tanpa kendaraan bermotor selama pandemi ini.

"Upaya untuk menghalau sudah dilakukan kepolisian, termasuk daerah lainnya," katanya lagi.

Pemerintah diketahui memutuskan untuk memperpanjang PPKM hingga 25 Juli 2021 untuk menekan angka kasus Covid-19 yang masih relatif tinggi. Penutupan sejumlah ruas jalan di berbagai kota pun dilakukan untuk menekan mobilitas warga.

Terpisah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut pengendalian arus lalu lintas di masa PPKM darurat membuat mobilitas di wilayahnya turun hingga 70 persen saat Idul Adha 1442 Hijriah.

"Beda sekali dengan tahun lalu, Bapak Dirlantas Jatim juga menyampaikan bahwa terjadi penurunan 70 persen dari tahun lalu," kata dia, Rabu (20/7).

Penurunan mobilitas ini, kata dia, salah satunya terjadi di titik Jembatan Suramadu yang biasa dilewati masyarakat saat hendak mudik ke Pulau Madura, saat tradisi Toron alias mudik ketika Idul Adha.

"Ada berita tentang warga Toron yang memenuhi Jembatan Suramadu. Tapi kenyataan di lapangan sekarang tidak demikian," ujarnya.

"Bukan berarti tidak ada yang Toron. Tentu ada, tetapi kita sudah memenuhi komitmen bahwa mereka yang di [wilayah] algomerasi, mereka yang ingin mencari nafkah tidak dihalangi," terangnya.

Meski demikian, kata Emil, tetap saja ada sejumlah kendaraan yang diminta putar balik lantaran mereka tak membawa dokumen persyaratan.

"Ini saya rasa cukup, karena toh sudah ada banyak pengendara yang disuruh putar balik karena tidak taat dan dokumennya tidak lengkap," kata dia.

(frd/Antara/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK