Polisi Akan Panggil Anggota DPRD Malaka dalam Video Joget

CNN Indonesia | Kamis, 22/07/2021 14:56 WIB
Polisi akan memanggil pihak DPRD Malaka terkait video viral dangdutan tanpa prokes di tengah pandemi. Ilustrasi pesta. (Foto: AFP PHOTO / DANIEL MIHAILESCU)
Kupang, CNN Indonesia --

Kapolres Malaka, Nusa Tenggara Timur, AKBP Rudy Ledo mengatakan akan memanggil para pihak yang berjoget yang direkam dalam satu video pesta yang diduga dilakukan anggota DPRD Malaka.

"Kami akan panggil untuk meminta klarifikasi pihak-pihak yang ada dalam video tersebut," kata dia, kepada wartawan, Kamis (22/7).

Dalam video berdurasi 30 detik dan beredar di media sosial, tiga anggota DPRD Malaka tampak sedang berjoget dan satu lainnya sedang bernyanyi diiringi organ tunggal tanpa menggunakan masker.


Dua anggota DPRD yang sedang berjoget adalah perempuan dan seorang laki-laki yang sedang memegang gelas minuman yang diduga miras. Sedangkan seorang lainnya sedang membawakan sebuah lagu diiringi organ tunggal.

Kapolda NTT Irjen Pol. Lotharia Latif menyesalkan kejadian yang melibatkan sejumlah anggota DPRD Malaka.

"Itu tentu saja sangat tidak memiliki sense of crisis dalam situasi sekarang ini," cetus dia.

Ia pun telah memerintah Kapolres Malaka untuk melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19 Malaka untuk dilakukan penyelidikan terhadap kejadian itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat oknum anggota DPRD Malala yang berada dalam video tersebut berasal dari Partai Golkar dan Hanura. 

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan saat ini setiap orang perlu menumbuhkan perasaan 'sense of crisis' dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sense of crisis ini kata dia adalah perasaan bahwa setiap orang berada di bawah ancaman yang tak hanya bahaya untuk diri sendiri tetapi juga bahaya untuk orang lain.

"Kita perlu bangun sense of crisis bahwa kita berada di bawah ancaman di mana saja, kapan saja, tidak boleh lengah, tidak boleh memandang remeh musuh yang tidak terlihat ini," kata Muhadjir, saat memberi sambutan dalam acara yang digelar Komisi Perlindungan Anak Indonesia secara daring, Kamis (22/7).

Musuh tak terlihat ini kata Muhadjir berupa virus Covid-19 yang telah menjangkit hampir seluruh negara di dunia. Apalagi saat ini di Indonesia pandemi tengah dalam fase gelombang kedua dengan ditandai tingginya angka harian penularan hingga angka kematian.

"Protokol kesehatan itu senjata ampuh sekarang, patuh pada protokol kesehatan, lawan Covid-19 bukan dengan senjata senapan laras panjang, bukan juga meriam, juga bukan granat tapi protokol kesehatan," tandasnya.

(blo/tst/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK