Warga Jember Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid saat Dimakamkan

CNN Indonesia | Jumat, 23/07/2021 22:38 WIB
Sejumlah warga di Jember mengambil paksa  jenazah pasien covid yang hendak dimakamkan dengan protokol kesehatan. Warga juga menyerang petugas. Sejumlah warga di Jember mengambil paksa jenazah pasien covid yang hendak dimakamkan dengan protokol kesehatan. Warga juga menyerang petugas. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Said).
Jember, CNN Indonesia --

Sejumlah orang mengambil paksa jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang hendak dimakamkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kabupaten Jember, Jawa Timur pada Minggu (18/7) lalu. Parahnya, selain mengambil paksa jenazah, orang-orang itu juga bertindak kasar dan melempari mobil petugas dengan batu.

Plt Kepala BPBD Jember Moh Jamil mengatakan, pasien meninggal tersebut diketahui atas nama Anik. Ia sebelumnya dirawat dan meninggal di Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr Soebandi Jember. Karena sudah meninggal, pemerintah kemudian menemui keluarga agar pemakamannya melalui cara protokol.

"Karena disetujui, kami menghubungi forkopimcam agar proses protokol ini bisa dikawal bersama," kata Moh Djamil saat menggelar konferensi pers, Jumat (23/07).


Akan tetapi nahas, itu, saat jenazah hendak dimakamkan di Desa Jatian, Kecamatan Pakusari, petugas justru diadang oleh sejumlah warga.

"Di lokasi warga sudah ramai hingga kondisinya memanas. Mereka meminta agar jenazah diserahkan, kepada untuk dimandikan ulang," tuturnya.

Aparat BPBD yang bertugas di Desa Jatian itu berjumlah 9 orang. Mereka terdiri dari petugas organik BPBD dan dibantu relawan. Di antara relawan ini ada yang terkena lemparan batu. Sementara warga ada yang emosi hingga mendorong petugas jatuh ke tanah.

Insiden ini sangat disesalkan. Bagi Djamil, petugas dari tim Gugus Covid-19 selama ini sudah bekerja keras untuk melaksanakan protokol kesehatan, termasuk pada saat pemakaman jenazah. Namun di lapangan mereka justru mendapatkan perlakuan kasar.

"Petugas kami tidak punya niat jelek. Bahkan mereka membantu keluarga. Tidak apa-apa tidak menyampaikan terima kasih, tapi jangan sampai melakukan tindakan yang kurang baik," ujarnya.

(nrs/agt)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK