Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus harian positif Covid-19 di Indonesia bertambah 45.416 pada Sabtu (24/7). Dengan penambahan itu, jumlah kasus aktif virus corona saat ini mencapai 574.135 dengan suspek 264.578.
Sementara itu, kasus sembuh bertambah 39.767 orang, sedangkan kematian bertambah 1.415 sehingga kumulatif menembus 82.013 orang.
CNNIndonesia.com turut merangkum pelbagai kejadian selama 24 jam terakhir yang berkaitan dengan virus corona di Indonesia sebagai berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nihil Demo 'Jokowi End Game'
Hingga Sabtu (24/7) petang, tak ada massa aksi demonstrasi bertajuk 'Jokowi End Game' di sekitar Istana Negara, Jakarta. Aksi itu rencananya akan digelar sebagai buntut ketidakpuasan masyarakat terhadap penanganan pandemi Covid-19 oleh pemerintah, maupun penolakan perpanjangan PPKM.
Polda Metro Jaya bahkan mengerahkan 3.385 personel gabungan untuk melakukan pengamanan tersebut. Saat aksi belum dimulai, polisi telah mengamankan sejumlah pemuda di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat.
Seruan aksi itu awalnya berasal dari selebaran poster yang tersebar di media sosial dan belum diketahui sumber awalnya.
Jokowi Sidak Apotek
Presiden Joko Widodo pada Jumat (23/7) sore sempat menyambangi sebuah apotek di Kota Bogor. Sambil membawa secarik kertas bertuliskan resep obat, presiden mengecek pasokan obat Covid-19 di apotek tersebut.
Namun, Jokowi mendapati beberapa stok obat justru kosong. Melihat hal itu, Jokowi langsung menelpon Menteri Kesehatan Budi Gunadi untuk meminta penjelasan.
PPKM Jakarta Perlu Perbaikan
Ombudsman Jakarta Raya menilai upaya pemerintah mengendalikan virus corona melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3 hingga 20 Juli 2021 masih perlu diperbaiki.
Kepala Perwakilan Ombudsman Jakarta Raya Teguh Nugroho mengatakan perbaikan itu bisa dilakukan dari sisi penapisan. Dari hasil pemantauan, pihaknya menemukan PPKM darurat berhasil menekan mobilitas warga. Tapi, angkanya belum sempurna.
Selain itu, Ombudsman Jakarta juga menyoroti fasilitas kesehatan. Ombudsman melihat masih ada pasien kritis yang baru mendapat ruangan isolasi setelah mengantre lama dan mengalami perburukan yang parah.
Jateng Butuh Oksigen
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan Jateng kekurangan stok oksigen hingga 40 persen usai kebutuhan meningkat karena lonjakan kasus Covid-19.
kekurangan pasokan oksigen, kata Ganjar, sudah terjadi sejak beberapa pekan lalu. Kondisi semakin berat saat penularan Covid-19 meningkat beberapa waktu terakhir.
Peneliti AstraZeneca Diminta Pulang
Menteri BUMN Erick Thohir meminta mahasiswa asal Indonesia di balik riset AstraZeneca, Indra Rudiansyah pulang ke Indonesia dan ikut serta mengembangkan vaksin Merah Putih maupun vaksin lain buatan dalam negeri.
Erick berharap Indra bisa mengaplikasikan teknik pembuatan vaksin AstraZeneca yang belum ada di Indonesia, yakni viral vector.
Indra diketahui masih menempuh studi S3 Jenner Institute University of Oxford melalui beasiswa LPDP. Erick berharap Indra dapat segera menyelesaikan pendidikannya.
Dilema Pemerintah Hadapi Covid-19
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengakui pemerintah memiliki banyak dilema dalam penanganan Covid-19 di Indonesia.
Dalam praktiknya, Ia mengatakan berbagai kebijakan yang didasarkan pada analisis ilmiah banyak menimbulkan pro dan kontra. Pendapat yang berbeda-beda muncul dari berbagai kalangan.
"Ada yang setuju, ada yang bertentangan, ada juga yang memberi alternatif," kata Mahfud.
 Infografis Rincian Anggaran Bansos PPKM Darurat. (CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani) |
RSUD Wamena Papua Penuh Pasien Covid-19
Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wamena, dr. Wily Mambieuw mengatakan ruang perawatan bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena sudah penuh.
Ia mengatakan RSUD Wamena kini tengah menambah jumlah tempat tidur menyusul lonjakan angka positif.
Tak hanya itu, dua fasilitas karantina yang disiapkan pemerintah setempat untuk menampung pasien tak bergejala dan bergejala ringan Covid-19 juga sudah penuh.
"Per Hari ini baik RSUD maupun gedung karantina terpantau, dilaporkan sudah full," kata dia.
Respons Pelonggaran PPKM
Saran dari pelbagai pakar merespons wacana pelonggaran PPKM darurat yang diterapkan pemerintah makin mencuat.
Salah satunya datang dari Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal. Dia meminta pemerintah seharusnya baru melonggarkan PPKM darurat apabila kasus Covid-19 sudah benar-benar turun. Bukan setelah kasus berkurang karena jumlah tes turun.
Ia menilai penurunan kasus covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini disebabkan pengurangan jumlah tes berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19.
Menurutnya, kebijakan yang diambil pemerintah selama ini masih cenderung bersifat jangka pendek dan sementara alias adhoc. Sementara, penanganan pandemi membutuhkan solusi jangka panjang baik dari sisi kesehatan maupun perekonomian.
Tak hanya Faisal, masukan terkait kelanjutan PPKM darurat juga dilontarkan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Tjandra Yoga Aditama. Yoga mengingatkan pemerintah mengantisipasi kenaikan kematian akibat virus corona apabila PPKM diputuskan untuk dilonggarkan beberapa hari ke depan.
Tjandra mengatakan angka kematian di Indonesia imbas virus corona masih tinggi. Bahkan, tercatat lebih 1500 orang meninggal dunia dalam sehari dengan penerapan PPKM sekarang ini.
Karena itu, Tjandra menilai situasi Indonesia saat ini masih membutuhkan pembatasan sosial dan pembatasan pergerakan untuk menekan angka penularan virus corona.
Pemerintah Dinilai Gagal
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj menilai pemerintah masih gagal dalam menghadapi pandemi virus Covid-19 selama ini.
Said juga mengingatkan pemerintah bahwa pandemi ini tak akan bisa diselesaikan sendiri saja tanpa menggandeng pihak lain seperti masyarakat sipil. Pasalnya, pandemi Covid-19 saat ini yang tidak mungkin bisa dihadapi pemerintah sendirian dan tanpa mengajak kekuatan masyarakat sipil.