Polisi Tangkap PNS Jual Surat PCR Palsu di Sulut

CNN Indonesia | Jumat, 30/07/2021 12:24 WIB
Seorang PNS di lingkungan Pemprov Sulawesi Utara dicokok polisi setelah kedapatan menjual hasil tes PCR palsu kepada warga. Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/sakhorn38)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bitung menangkap seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara diduga pembuat surat keterangan hasil pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 palsu.

Kapolres Bitung AKBP Indrapramana mengatakan terungkapnya kasus ini berawal pada Sabtu (24/7) malam, di Pelabuhan Bitung.

Saat itu ada laporan petugas di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bitung tentang penggunaan surat hasil swab PCR palsu.


Kemudian, pada Minggu (25/7), Tim Satreskrim Polres Bitung melakukan penyelidikan, dan mendapat informasi bahwa pengguna hasil PCR palsu itu berdomisili di Amurang, Minahasa Selatan.

"Tim Satreskrim ke Amurang dan menginterogasi pengguna hasil swab PCR palsu tersebut. Dan diperoleh info bahwa perantara pembuatan hasil swab PCR palsu beralamat di Mapanget, Manado," katanya kepada wartawan, dipetik dari Antara, Kamis (30/7).

Pada hari yang sama, tim mendatangi perantara tersebut, lalu diinterogasi. Dari hasil interogasi, disebut bahwa pembuat hasil swab PCR palsu tersebut adalah HES.

"Tak mau kehilangan target utama, tim segera melacak keberadaan pelaku, dan akhirnya diamankan di wilayah Dimembe, Minahasa Utara," katanya pula.

Kapolres mengatakan, pelaku mengaku membuat dan mencetak surat hasil swab PCR palsu menggunakan laptop dan printer miliknya.

"Tim lalu menuju rumah pelaku dan mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain satu laptop, printer, flashdisk, dan satu hasil swab PCR palsu, serta satu asli," katanya lagi.

Modus yang dilakukan, pelaku menunggu orang yang memerlukan 'jasanya' untuk membuat hasil swab PCR palsu.

Pelaku telah memiliki format file hasil swab PCR yang tersimpan di laptop.

"Jika ada yang memesan, pelaku lalu mengubah identitas yang ada dalam format tersebut dengan identitas pemesan atau pengguna, termasuk mengubah tanggal sesuai penggunaannya," kata Kapolres.

Untuk meyakinkan pemesan, pelaku juga selalu meminta KTP, hasil swab antigen serta Surat Keterangan Perjalanan dari desa/kelurahan.

"Pelaku memasang tarif setiap pembuatan hasil swab PCR palsu ini dengan harga bervariasi, mulai dari Rp800 ribu hingga Rp1,5 juta. Dan pelaku mengaku telah membuat hasil swab PCR palsu ini kurang lebih lima kali," katanya pula.

Kapolres menambahkan, pelaku beserta barang bukti telah diamankan dan ditahan di Mapolres Bitung.

"Pelaku dijerat Pasal 263 ayat (1) KUHP subpasal 268 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun," kata Kapolres.

(Antara/wis)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK